Kronologis Penculikan, Korban Diiming-Imingi HP, Satu Korban Belum Ditemukan

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 11, 2016    

Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Dua korban dugaan tindak penculikan ini, yaitu Arinda Luh Madu Miranthie pelajar dan Amanda Arni Kusuma putri keduanya pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Bojonegoro kelas VII, sebelumnya diiming-imingi akan diberikan sebuah handphone oleh pelaku.

Dari data yang dikumpulkan suarabojonegoro.com, bahwa kronologis sementara penculikan ini berawal dua korban yang melakukan kegiatan latihan lari di Alun-Alun Bojonegoro, pada pukul 08.00 WIB, bersama dua temannya yang lain, yaitu Kristina Septia Dewi dan Alfi Hanung Fadila, kemudian mereka yang sama duduk di kelas VII ini kemudian didatangi oleh seorang pelaku yang menawarkan handphone kepada mereka, seperti yang diceritakan Kristina Septia Dewi.

Kemudian pelaku ini mengajak mereka menuju tempat handphone seperti yang disampaikan pelaku untuk melihat Handphone yang ditawarkan, namun Kristina Septia Dewi tidak mau karena merasa curiga, dan Alfi Hanung Fadila beralasan harus minta ijin orang tuanya terlebih dahulu.

Tetapi kedua korban tetap ikut pelaku yang katanya mengajak melihat handphone yang dijanjikan pelaku, "kedua teman saya itu diajak ikut oleh dua orang yang tak dikenal, dan orangnya menggunakan jaket hitam, celena jeans serta sepatu hitam," kata Alfi Hanung Fadila.

Setelah itu kedua temannya berpisah, dan sudah tidak tahu lagi arahnya kemana, tiba tiba dikabarkan jika salah satu korban dari dua korban yang diajak pelaku dapat ditemukan yaitu Arinda Luhmadu, yang diturunkan oleh pelaku di timur Polsek Kalitidu, namun sebelumnya di Pasar Pumpungan Amanda sudah di turunkan terlebih dahulu.

Dari cerita guru korban Arif Sugianto, berdasarkan keterangan muridnya yang menjadi korban penculikan menjelaskan bahwa setelah Arinda di turunkan di timur Polsek, kemudian dirinya ditinggalkan oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor Vario Techno, dan pelaku berkata akan menjemput Amanda yang diturunkan di Pasar Pumpungan, Kalitidu.

Pelaku ini sebelumnya sempat menelepon teman pelaku untuk menjemput kedua teman korban yang masih berada di alun alun, pada saat perjalanan menuju arah Kalitidu, tepatnya di depan Taman Rajekwesi.

Kemudian, karena di tunggu tak kunjung datang, Arinda akhirnya menggunakan jasa becak motor kembali kearah timur untuk menemui temannya Amanda yang diturunkan pelaku di Pasar Pumpungan, namun saat tiba di Lokasi Amanda sudah tidak ada lagi di tempat.

"Kemudian Arinda oleh tukang becak diantarkan ke Polsek Kalitidu, adapun barang barang milik Arinda masih dibawa amanda yaitu berupa Laptop dan handphone," terangnya.

Setelah itu oleh Polsek Kalitidu korban Arinda dibawa ke Mapolres Bojonegoro, untuk dilakukan pemeriksaan oleh Unit UPPA polres Bojonegoro untuk dilakukan pemeriksaan terhadap korban. 

Masih menurut guru korban, bahwa sebelumnya pelaku ini juga mengatakan ketika masih di Alun alun Bojonegoro bahwa mereka mendapatkan undian Handphone dari salah satu konter hanphone ternama di Bojonegoro.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Jeni Aljauza sampai saat ini dirinya masih melakukan pengejaran terhadap satu korban penculikan, dan juga memburu pelaku. "Pelaku saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian," tambahnya.

Adapun korban yang belum diketemukan adalah Amanda usia 13 tahun, menggunakan baju warna merah, jilbab hijau toska dan tas ransel warna merah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Arinda Luh Madu Miranthie pelajar Sekolah Menengah Pertama asal Kecamatan Temayang Bojonegoro dan Amanda Arni Kusuma putri keduanya warga Desa Sukorejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro diculik seorang yang tidak dikenal. Keduanya adalah pelajar kelas 7 SMPN 2 Bojonegoro. (Nell/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .