Kuliner Legendaris, Rumah Industri Krupuk Bang Jo Selalu Ramai

Suara Bojonegoro     Minggu, Februari 07, 2016    

suarabojonegoro.com- Bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan perkotaan, krupuk Bang Jo (dari: Abang Ijo) atau juga dikenal dengan sebutan krupuk Klentheng, bukanlah hal yang baru. Namun, bagi warga tepian Kabupaten Bojonegoro, sebagian hanya mendengar atau mencicipi dari membeli di warung-warung yang ada. Krupuk yang termasuk khas ini, diproduksi turun temurun oleh keluarga Tan Tjien Liem sejak tahun 1929 yang lalu. Lokasi tempat produksi krupuk ini, ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Yakni berada selemparan batu ke arah timur dari Klentheng TITD Hok Swie Bio, demikian pihak pengelola menulisnya dalam lembaran besar yang ditempel di pintu masuk.

Untuk menemukan lokasi tempat produksinya, pagar besi berwarna hijau yang selalu terbuka menjadi ciri dari tempat tersebut, atau dapat dengan bertanya kepada orang di sekitar yang pastinya tahu lokasi tepatnya. Selain sebagai rumah produksi, ternyata tempat tersebut juga telah secara alami menjadi pasar krupuk produksinya sendiri. Setiap hari, selalu tampak lalu lalang pembeli, baik eceran maupun yang hendak dijual kembali.

“Kami dari Sidoarjo, sengaja datang rombongan untuk membeli krupuk bang jo,” tutur slah satu pengunjung yang datang menggunakan mobil bersama rombongannya. Krupuk bang jo cukup konsisten dalam memproduksi makanan yang biasa digunakan sebagai lauk pelengkap ini. “Dari dulu rasanya tetap, tak berubah,” jelas Mas Ulin, warga Tuban yang juga mengaku suka dengan cita rasa krupuk bang jo.

Krupuk bang jo juga dikenal sebagai makanan yang tak menggunakan tambahan bahan-bahan kimia. Pengelola menyebutnya dengan rasa gurih yang alami.

Untuk pembeli eceran ataupun yang akan digunakan sebagai barang dagangan, ada dua kategori krupuk bang jo yang ditawarkan, yakni nomor satu dan nomor dua. “Yang nomor dua itu tanpa dipilih, jadi bercampur antara yang bentuknya sempurna dengan yang kurang sempurna.

Kalau nomor satu, penjualnya akan memilihkan yang bentuknya sudah sempurna,” tambahnya. Untuk meningkatkan pelayanannya, pengelola juga menyediakan bungkus plastik yang cukup bagus. 

“Sebungkus plastik ini harganya 12.500. Kalau mau nambah juga bisa,” jelas yang lainnya. Antrian cukup panjang sering terlihat di tempat tersebut, terutama saat hari libur. Sejumlah pembeli lokal tak jarang membawa sanak saudaranya yang kebetulan sedang berkunjung di Bojonegoro. (red/esp)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .