Lahan JTB, Warga Kaliombo Tolak Tandatangani Persetujuan

Suara Bojonegoro     Selasa, Februari 23, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Masih belum adanya pembayaran kepada 13 pemilik tanah yang dibebaskan oleh PPCE (Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu) membuat 3 warga Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro menolak tandatangani persetujuan ganti rugi lahannya. Lahan mereka sedianya akan digunakan sebagai jalur pipa fasilitas pengolahan gas dan akses jalan proyek JTB (Jambara-Ting Biru).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Kaliombo, Dasim kepada awak media saat menghubungi dirinya melalui telepon genggamnya. Ia membenarkan adanya penolakan warganya tersebut.

"Alasannya karena hingga sampai saat ini belum ada kesepakatan antara warga dengan pihak terkait soal pembebasan lahan," kata Dasim, Selasa (23/2/16).

Selain itu, ketiga warga ini juga menunggu pembayaran terhadap 13 warga lain yang setuju lahannya  dibebaskan oleh PPEC. Dijelaskan pula nantinya akan ada pembebasan lahan tahap 2, namun saat ini masih dalam proses verifikasi dan validasi oleh pihak BPN (Badan Pertanahan Negara).

Dasim juga menjelaskan, total harga untuk pembayaran pembebasan lahan di Desa Kaliombo kepada warga yang tanahnya terdampak adalah sekitar Rp. 196 ribu hingga rp. 220 permeternya. "Harga tersebut berdasarkan ketentuan dari tim apprasial independen," tambahnya. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .