Longsor Ancam Puluhan Rumah Ditepi Sungai Begawan Solo

Suara Bojonegoro     Sabtu, Februari 13, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Longsor yang terjadi sejak air sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mengalami turun, dan terlihat di beberapa titik di bibir sungai Bengawan Solo, terlihat sangat mencemaskan warga yang tinggal berada dipemukiman yang dekat dengan bibir sungai Bengawan Solo dan mengalami longsor tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Andik Sujarwo, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemkab Bojonegoro, ada puluhan rumah di Desa Kuncen, Sumberrejo, Kecamatan Padangan terancam longsor ajibat jarak sungai dan rumah sudah sangat dekat, dan harus direlokasi, seperti 2 rumah yang berada di Desa Kuncen.

"Banjir gelombang dua sudah mulai terjadi, dikhawatirkan, dua rumah ini bisa terkena longsor, dan tergerus air saat air banjir meluap," kata Andik Sujarwo, Jum'at (11/2/16).

Dia berharap kepada pemilik rumah yang sangat berdekatan dengan bibir sungai dan mengalami longsor agar mau pindah ke lokasi yang lain dan dengan harapan agar pemerintah Desa mau menyediakan lahan untuk mereka, sehingga pihak Desa dan Kecamatan bisa segera bisa melakukan relokasi terhadap para pemilik rumah ini.

"Selain itu di beberapa titik lainnya banyak juga rumah yang padat berada ditepian sungai Bengawan Solo, dan semakin dekat dengan bibir sungai, yang berjumlah puluhan rumah dengan jaran 5 meter dari bibir sungai," lanjut Andik Sujarwo.

Disampaikan bahwa setiap pasca debit air sungai Bengawan Solo, kondisi bibir sungai Bengawan Solo yang longsor di Dua Desa ini setiap tahunnya mengalamai longsor, dan kondisi longsor semakin melebar hingga ke pemukiman warga.

Selain rumah yang terancam longsor, hal itu juga terjadi pada jalan poros Desa yang ada di Desa Kemiri, Kecamatan Malo, kondisi longsor telah menyebabkan jalan Desa ambles dan jika di biarkan akan semakin bertambah.

Warga meski sudah berupaya membuat penahan dengan menggunakan bambu agar longsor tidak bertambah, namun hal itu percuma saja, karena longsor terus bertambah setelah air deras sungai Bengawan Solo menyapu penahan buatan warga tersebut. (Ang/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .