Pasien DBD Meningkat di Puskesmas, 5 Meninggal Dunia

Suara Bojonegoro     Minggu, Februari 14, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Tingkat Pasien Penyakit DBD Demam Beradarah akibat gigitan Nyamuk Aides Aygebti pasca banjir tampak semakin meningkat, dibeberapa Puskesmas yang ada dibeberapa Kecamatan, salah satunya di Puskesmas Kecamatan Kanor, Bojonegoro. 

Menurut Penanggung Jawab Rawat inap Puskesmas Kanor, Uliyah Astutik, bahwa peningkatan pasien Demam Berdarah ini berawal dari januari hingga Februari ini mencapai 24 Pasien yang melakukan Rawat inap di Puskesmas Kanor.

"Dibanding tahun lalu pada februari, perbandingannya sangat jauh, karena pada februari 2015 lalu kami hanya merawat 3 Pasien saja," Kata Uliyah, Minggu, (14/2/16).

Sementara itu dari data di Dinas Kesehatan Pemkab Bojoenegoro, sejak Januari hingga Februari ini terdapat 133 pasien penderita DBD, dan 5 penderita di nyatakan Meninggal Dunia, dan korban ini adalah anak anak yang berusia dini hingga 15 tahun.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bojonegoro, Dr. Wenny Diah mengatakan bahwa penyakit DBD yang menyerang anak anak ini berawal dari panas di tubuh penderita dan kebanyakan para orang tua mengira si anak penderita DBD ini hanya demam dan panas biasa. 

"Orang tua harus perhatian dan jeli ketika anak sedang mengalami kondisi panas di tubuhnya, selain di beri minum dan makan yang banyak segera di bawa ke Medis," Kata Wenny. 

Diharapkan agar masyarakat benar benar melakukan 3M tidak hanya dikamar mandi saja, namun pada semua lobang yang rawan tergenang air, sehingga pasca banjir ini pembersihan air air di lobang, serta melakukan penutupan terhadap tempat tempat air dan juga mengubur sampah sampah harus sering dilakukan dan menjadi atensi setiap harinya oleh warga. (Ang/Red)

Foto: Petugas melakukan foging

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .