Pemain Bridge Jawa Timur Mendominasi Calon Tim Nasional U26 Untuk Asia

Suara Bojonegoro     Minggu, Februari 07, 2016    

Reporter: Sulistya Windya

suarabojonegoro.com -Bridge Congress yang akan berlangsung tanggal 14-24 April di Beijing, China. 5 pasangan terbaik dipilih untuk mengikuti Pemusatan Latihan (Pelatnas) yang dilangsungkan pada tanggal 1-10 Maret 2016 di Jakarta.

Nantinya akan dipilih 3 pasangan terbaik untuk mewakili Indonesia dalam event yang diadakan di China tersebut. 5 pasangan terbaik dipilih dengan ketentuan sesuai dengan peringkat Seleksi Nasional yang diadakan pada tanggal 30 Januari - 5 Februari 2016 di jakarta.

Seleksi Nasional berlangsung di Sekretariat PB Gabsi, Stadion Utama Pintu I Senayan Jakarta dan disiarkan melalui Bridge Base Online ke seluruh dunia. Dimana peringkat 1,2 & 3 langsung masuk Pelatnas sedangkan pasangan ke-4 dan ke-5 dipilih oleh PB GABSI.

Hendrik Febriyanto, putra daerah Bojonegoro berhasil menjadi salah satu pemain yang terpilih dalam Pelatnas tersebut.

Hendrik yang berpasangan dengan Shahbana Satriawan dari Surabaya yang berhasil menjadi pemuncak klasemen penyisihan harus puas finis pada urutan ke-5 babak Final.

Namun, hasil tersebut sudah cukup bagi PB GABSI dalam memilih pasangan tersebut untuk masuk ke Pelatnas. Hal ini merupakan kabar yang cukup menggembirakan karena selama ini Bridge di Bojonegoro dipandang sebelah mata.

Bridge yang identik dengan kartu remi masih dianggap sebagai permainan judi, padahal bridge merupakan salah satu tumpuan olahraga Indonesia yang memiliki prestasi tinggi di kancah internasional.

"Saya berharap supaya Bridge di Bojonegoro dapat lebih berkembang lagi, banyak sekali potensi yang ada di Bojonegoro. Namun, karena proses pembinaan yang masih sangat kurang inilah menjadi penyebab minimnya prestasi Bridge di Bojonegoro." kata Hendrik yang juga merupakan punggawa Tim Mixed Pra PON Jawa Timur lalu. 

Selain Hendrik sebenarnya ada lagi anak Bojonegoro yang mengikuti Seleksi ini namun di kategori Youngster U21 dan Girls U26 yakni Sylvia Caroline. Sylvia mengikuti seleksi pada 2 kategori yang pertama yakni kategori Girls U26 yang berlangsung pada tanggal 23-29 Januari 2016 dan kategori Youngster U21 yang dilangsungkan bersamaan dengan Seleksi kategori Yunior U26. 

Sylvia berpasangan dengan Diana Aulia Rahma dari Gresik. Sylvia mendapatkan hasil akhir yang kurang memuaskan dalam kedua kategori tersebut meskipun sempat memimpin selama beberapa sesi, akhirnya dia harus puas berada pada urutan ke-9 kategori Girls U26 dan peringkat ke-5 kategori Youngster U21.

Nasib Sylvia berbeda dengan Hendrik meskipun mereka sama-sama berada pada peringkat ke-5 tapi Sylvia tidak dipilih oleh PB GABSI karena pertimbangan tertentu.

Sylvia menyesali kesalahan yang ia perbuat dalam beberapa sesi terakhir dimana ia awalnya memimpin babak Final selama 4 sesi, namun karena kekalahan 5 sesi beruntun ia harus melorot pada posisi ke-5. Ketua Umum PB Gabsi, Eka Wahyu Kasih saat menutup Seleknas U26 dan U21 menyampikan ucapan terima kasih kepada semua atlet yang telah bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas sehingga seleknas ini telah terselenggara dengan baik.

Kepada yang menang ia ucapkan selamat dan kepada yang kalah jangan putus asa terus berlatih karena karier para pemain junior masih sangat panjang.

Buat atlet yang bakal terpilih mewakili Indonesia di event internasioanl agar tampil dan menjaga citra bangsa Indonesia yang terkenal ramah, bermartabat dan berdedikasi tinggi.

Tak lupa juga ia menyampaikan terima kasih atas kerja keras Panpel sehingga event ini telah selesai dengan baik serta mendapat promosi yang luas baik melalui medsos dan berbagai media yang setiap hari meliput event ini. (**/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .