Pengerjaan Proyek Taman Di Baureno Dihentikan, Dugaan Penyimpangan Mencuat

Suara Bojonegoro     Rabu, Februari 17, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Pengerjakan Proyek Taman di Jalur Bojonegoro-Babat, Tepatnya di Desa Banjaran Kecamatan Baureno, Bojonegoro ini mangkrak dan berhenti sejak beberapa hari lalu, Proyek tersebut  sengaja dihentikan oleh Dinas terkait yaitu Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) karena pihak pelaksana Proyek yaitu CV Dita Lestari Jaya melebihi batas waktu pekerjaan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur (Gerakan Pengaman Uang Rakyat) dalam rilisnya, melalui ketuanya Sunaryo Abumain, menyikapi bahwa pengerjaan proyek Taman di Baureno ini, Diduga banyak penyimpangan.

Sunaryo Abumain mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan pengaduan dari Masyarakat terkait adanya penyimpangan pengerjaan proyek dan dokumen kegiatan pelaksanaan proyek Taman di Desa Banjaranyar, Kecamatan Baureno.

Dikatakan pula, Pengerjaan pembuatan taman dengan biaya anggaran sebesar Rp. 658.012.000 yang bersumber dana dari P APBD 2015 yang seharusnya dimulai pada 10 agustus sampai dengan 07 Desember 2015 oleh pelaksana CV Dita Lestari Jaya, namun kenyataanya belum sampai 50 persen pelaksanaanya.

"Kami sudah melakukan cek lapangan bahwa proyek tersebut tidak sesuai spek, sangat amburadul dan pelaksana proyek tidak profesional, serta pekerjannya saat ini baru 20 persen," Kata Sunaryo Abumain, Selasa (16/2/16). 

Dia juga menjelaskan adanya material berupa ram beton besi yang diangkut dibawa ke alamat pemborong proyek di Gresik. Sehingga hal itu membuat LSM Gempur menengarai ada permainan terselubung dengan pihak pihak terkait. 

"Kami meminta kepada para pihak penegak hukum mengusut tuntas atas dugaan penyimpangan terhadap proyek pemerintah ini, karena bisa dimungkinkan juga ada proyek lain yang juga lebih bermasalah," Tegas Sunaryo Abumain.

Bahkan Sunaryo Abumain juga menyampaikan, menurut Sumber terpercaya dari dalam Gedung Pemkab Bojonegoro bahwa diduga pula anggaran Proyek pembuatan taman tersebut sudah dicairkan 100 persen.

Sementara itu Menurut Nurul Azizah, selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan menyebutkan bahwa penghentian tersebut, karena pihak rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, pada batas waktu yang telah di tentukan yaitu pada 31 Januari kemarin.

Dejelaskan juga oleh Nurul Azizah bahwa pemutusan kontrak ini sesuai adendum yang ditanda tangani oleh Kontraktor CV Dita Lestari Jaya dan pihak Kontraktor dinyatakan wan Prestasi dalam pekerjaanya.

"Karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai tahapan realisasi dan hanya bisa melaksanakan 52.09 persen pihak kontraktor berkewajiban melakukan setor uang jaminan dari pekerjaan yang belum terselesaikan senilai sekitar Rp. 369 juta," Kata Nurul.

Menurut Nurul, selain uang Jaminan yang harus disetor oleh Kontraktor, kontraktor juga harus membayar Denda dan Retensi dan disetor ke Kas Daerah, Pemkab Bojonegoro, karena pihak CV atau kontraktor ini tidak memenuhi Adendum sehingga DKP melakukan Klaim ke Kasda.

Adanya penyampaian Pembayaran 100 persen terhadap pelaksanaan proyek ini, dijelaskan juga bahwa dari pembayaran 100 persen ini setelah kontraktor tidak melaksanakan kegiatan sesuai perjanjian, akhirnya uang pembayaran dari 100 persen ini kembali ke Kasda sekitar 60 persen melalui denda dan retensi yang harus dibayar, sehingga uang yang siterima kontraktor bukan 100 persen.

"Jadi jika dikatakan ada penyalahgunaan dokumen atau penyimpangan terhadap dokumen itu tidak benar karena semua sudah dilakukan sesuai aturan," Jelas Nurul. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .