Pengrajin Wayang Ditengah Kota

Suara Bojonegoro     Minggu, Februari 07, 2016    

suarabojonegoro.com - Jauh sebelum serial Mahabarata booming di televisi, kita telah mengenal kisah dari negeri India ini. Tentunya melalui media wayang kulit, yang merupakan salah satu budaya asli Jawa yang diakui oleh Unesco sebagai warisan dunia. Bahkan, kisah-kisah yang ditampilkan dalam pagelaran wayangpun belum tentu diakui secara formal di lembaga terginggi di dunia tersebut.
Seiring terus berjalannya waktu, diakui atau tidak, kesenian dan kebudayaan yang telah ada sejak sebelum republik ini berdiri semakin ditinggalkan. Setidaknya terlihat dari makin langkanya jumlah pengrajin wayang kulit ini. Namun, di Bojonegoro Jawa Timur, seorang seniman justru mampu  bertahan menggeluti profesinya sebagai pengrajin wayang.
Imam Gondrong, demikianlah pria berusia 42 tahun itu dipanggil. Mengunjungi rumahnya di Gang Namlo, Kelurahan Mojo Kecamatan Bojonegoro (Kota) maka tumpukan aneka karakter wayang akan menyambut siapa saja yang datang.
Meskipun telah dimodifikasi, yakni menggunakan bahan karton, profesi yang dilakoni Imam Gondrong dapat disebut sebagai uri-uri budaya, selain tentunya faktor nilai ekonomi yang diperolehnya.
Sengaja menggunakan bahan karton, karena dinilai lebih terjangkau harganya dan lebih cepat pengerjaannya.
“Ini untuk kami pajang di rumah kebetulan harganya terjangkau dan garapannya bagus”
Pendik Guteres (Pelanggan)
Namun Imam mengaku juga melayani pembuatan wayang berbahan kulit, yang harganya menyesuaikan ukuran dan karakter yang diminta.
“Lumayan, kalau ada pesanan bisa untuk  memenuhi kebutuhan dapur anak istri”
Imam Gondrong (seniman)
(red/esp)
Foto Ilustrasi: bhenco

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .