Penyulingan Minyak Sumur Tua Dilokalisir

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 25, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Pihak Perhutani KPH Jatirogo melalui KRPH Kedewan, menyatakan bakal melokalisir keberadaan tempat penyulingan minyak tradisional di wilayah sumur tua Wonocolo, hal itu dikatakan oleh Satrio dari KRPH Kedewan. "Penyulingan kami lokalisir di petak 32, 37 dan 38 saja," katanya (Kamis, 25/02/2016)

Hal itu juga diucapkan di hadapan para penambang tradisional, utusan Pemkab Bojonegoro dari unsur kecamatan dan Dinas ESDM, seluruh Kepala Desa, Pertamina EP Asset 4, serta Pertamina EP Cepu (Rabu, 24/02/2016). Selain itu pihaknya menegaskan bahwa dalam hal perijinan, Perhutani tak mempunyai wewenang untuk mengeluarkan ijin penyulingan. "Yang berwenang bukan kami, tapi Kementrian Kehutanan," tambahnya.

Disamping itu, pihaknya berharap agar dalam hal penyulingan, tidak dilakukan sembarangan saat membuka tempat penyulingannya. Sementara itu, berdasarkan data dari Pertamina EP Asset 4, saat ini sedikitnya terdapat 600-an tempat penyulingan tradisional, dan secara langsung berakibat pada menurunnya jumlah crude oil yang dijual penambang.

"Jumlah penyulingan menjamur, sehingga crude oil yang disuling meningkat. Ada sekitar 500 barrel tiap harinya," jelas Ali Alamsyah, General Manager Pertamina EP Asset 4. Ia memohon, agar kedepannya para penambang terus menjual crude oil ke pihaknya yakni melalui paguyuban yang telah ditunjuknya, Paguyuban Wonocolo dan Paguyuban Wonomulyo.

Menanggapi hal tersebut, akhirnya dicapai mufakat yang intinya menyepakati rencana lokalisir penyulingan. "Setelah ini, akan diurus masalah perijinan terkait penggunaan lahan kawasan hutannya," jelas Moch Tarom, Camat Kedewan. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .