Petani Jual Gabah Ke Tengkulak, Karena Tak Dibeli Bulog

Suara Bojonegoro     Jumat, Februari 19, 2016    

Reporter: Rabbani. P

suarabojonegoro.com - Para petani di Bojonegoro mengeluhkan minimnya pembelian gabah hasil panen mereka. Setidaknya hal itu dirasakan oleh petani yang mempunyai lahan garapan di kawasan perkotaan dan memasuki masa panen pada awal hingga pertengahan bulan Februari 2016 ini.

“Tak pernah ada pembelian dari Bulog,” jelas Supardi, petani yang sawahnya ada di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro (Kota). 

Menurutnya, hal itu membuat ia dan puluhan petani lain harus membawa pulang hasil panennya guna menunggu ada tengkulak yang bersedia membeli. “Disimpan di rumah, selalu kami jual pada tengkulak,” tambahnya.

Saat ini harga tengkulak untuk gabah hasil panen mereka berada di kisaran Rp 3.400 per kilogramnya.

Para petani berharap, Bulog melakukan pembelian dengan harga yang lebih baik dari tengkulak. 

Sebelumnya, Bulog sub Divre III Bojonegoro menyatakan bahwa cadangan beras untuk Bojonegoro hanya cukup hingga akhir Februari 2016 ini, meski demikian pihaknya mengaku belum akan melakukan pembelian pada pertengahan awal bulan Januari lalu.

Di Desa Mulyoagung sendiri terdapat puluhan hektar sawah areal yang pada awal Februari lalu tak terdampak banjir luapan sungai Bengawan Solo sehingga dapat dipanen dengan normal. “Rata-rata hasil panennya memuaskan, sayang tak dibeli oleh Bulog,” ujar lainnya. (red/rab)


Foto:bapeda.jatimprov.go.id

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .