PMII Bojonegoro, Desak Polisi Harus Segera Tuntaskan Kasus Penculikan

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 11, 2016    

Reporter: Sulistya Windya

Suarabojonegoro.com - Kasus penculikan anak pelajar di Bojonegoro, mendapat sorotan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro. Menurut Erlanda, Ketua 2 PC PMII Bojonegoro, Kasus penculikan di Bojonegoro, menandakan sindikat kasus penculikan sudah merambah ke daerah-daerah kecil.

Disampaikan melalui rilisnya yang dikirim ke suarabojonegoro.com, ketua PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid, sehingga ini harus mendapat penanganan serius dari pihak kepolisian. "Bojonegoro harus aman, jangan sampai ini meresahkan masyarakat luas. Sehingga kasus penculikan anak ini harus segera terselesaikan dan diusut tuntas," terangnya.

Dia menganggap Pihak kepolisian sangat bertanggung jawab atas kasus penculikan ini. Sebab merekalah yang bisa mengendalikan keamanan dan kestabilan negeri ini. "Selain itu, PMII juga mengutuk keras pelaku penculikan anak tersebut," katanya.

Selanjutnya, Ahmad Syahid, selaku Ketua Umum menyatakan, untuk menunjukan kepedulian sosial PMII, PMII siap misal diminta bantuan untuk membantu Polisi dalam melakukan proses pencarian.

"Nanti malam kita akan buat doa bersama di Kantor Pergerakan kami Graha Ulul Albab Jl. Pondok Pinang No.2 . Harapannya, agar kasus ini bisa cepat selesai dan Bojonegoro tetap aman, kondusif dan stabil," tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Arinda Luh Madu Miranthie pelajar Sekolah Menengah Pertama asal Kecamatan Temayang Bojonegoro dan Amanda Arni Kusuma putri keduanya warga Desa Sukorejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro diculik seorang yang tidak dikenal. Keduanya adalah pelajar kelas 7 SMPN 2 Bojonegoro. 

Arinda Luh Madu Miranthie akhirnya ditemukan oleh Polisi dan masih satu korban lagi yaitu Amanda Arni Kusuma Putri yang belum bisa di temukan dan diduga masih bersama penculiknya. (Wind/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .