PMII Coba Perjuangkan Nasib Petani di Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Senin, Februari 29, 2016    

Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro pagi ini (Senin, 29/02/2016) menggelar aksi guna menuntut pemerintah untuk lebih aktif dalam mensejahterakan petani. Mereka meminta Bulog segera memberlakukan harga gabah sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No 5 Tahun 2015 dalam membeli hasil panen petani Bojonegoro, selain itu pihak pemerintah juga harus melakukan pengawasan.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh anggota PMII, secara mayoritas wilayah Bojonegoro sedang memasuki masa panen, terutama petani di bantaran sungai Bengawan Solo. Namun rata-rata harga kering giling adalah Rp 3.000 sampai 3.500, padahal apabila berpijak pada ketetapan Inpres No 5 Tahun 2015 terkait HPP yaitu Rp 3.700 sampai 3.750, sedangkan harga gabah kering giling dalam ketetapan HPP adalah Rp 4.600 - 4.650 namun dilapangan hanya berkisar Rp 4.000 sampai 4.500 .

"Pemerintah bisa melindungi hak-hak petani yang selalu menjadi korban kebijakan yang tidak pro poor," kata ketua umum PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid.

Dirinya menyatakan dalam aksi kali ini pihaknya menuntut dan memberi tawaran, yakni agar HPP dapat sesuai dengan amanat pada Inpres No 5 tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro harus segera menyediakan alat pengeringan padi bagi Gapoktan di setiap Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro.

Hal itu, dikatakan dapat mewujudkan swa sembada beras. "Pemrintah harus pro aktif untuk menjaga stabilitas harga gabah sehingga petani tidak merugi, Bulog seharusnya tidak hanya berperan dalam menjaga stok beras pemerintah saja melainkan melindungi harga gabah petani," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah harus mengoptimalkan lumbung padi di setiap desa se Kabuapten Bojonegoro dan hal-hal lainnya. Termasuk yang belum diatur dalam Inpres no 5 tahun 2015, maka bila dirasa perlu maka pemerintah menyusun Perda Perlindungan Harga Gabah bagi Petani. (Ney/rab)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .