PT KAI Minta Warga Membayar Sewa Penggunaan Lahan

Suara Bojonegoro     Sabtu, Februari 27, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Beberapa saat yang lalu,  PT KAI (Kereta Api Indonesia) telah melakukan pendataan terkait jumlah pengguna jalur kereta api lama yang menghubungkan Bojonegoro-Tuban. Rencananya, pihak PT KAI bakal melakukan reaktifasi jalur  kereta api (KA) yang telah lama tak difungsikan.

Namun, akhirnya diperoleh kepastian bahwa rencana tersebut tak akan dilakukan dalam waktu dekat. "Katanya tidak jadi difungsikan dan warga harus membayar kembali sewa kontrak," kata Budiono Ketua RT 20, Kelurahan Ngrowo, atau Jalan Pondok Pinang, Bojonegoro.

Menurutnya, pihak PT KAI telah mensosialisasikan hal itu dengan menggelar pertemuan bersama warga, dalam pertemuan tersebut warga yang didata juga diminta untuk membayar sewa serta melakukan perpanjangan kontrak penggunaan lahan.

Menurut pihak PT KAI, warga yang menempati lahan tersebut, sebagian besar tak lagi membayar sewa sejak tahun 2009 lalu. "Mulai tahun 2009 tidak ada yang membayar. Makanya untuk melunasinya harus cari NJOP tanah sejak tahun 2009 hingga 2015," jelasnya menirukan sosialisasi yang dilakukan PT KAI sebelumnya.

Dari pantuan suarabojonegoro.com,  mereka yang menempati  aset PT KAI itu memanfaatkannya sebagai tempat usaha, seperti warung makan, bengkel, maupun penginapan. Menurut warga, saat awal ditempati, yakni sekitar tahun 2004, mereka dikenakan pajak seharga Rp 28 ribu. Di RT 20, RW 02,  terdapat sekitar 150 pengguna. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .