Sengketa Tanah Di Desa Pagerwesi Trucuk, Bajuri Mengadu Ke Ketua Dewan

Suara Bojonegoro     Selasa, Februari 23, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Persoalan Sengketa Tanah seluas 1500 M3 yang berada di Desa Pagerwesin Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, hingga saat ini tak kunjung usai, belum ada kepastian baik dari pihak berwenang secara hukum siapa pemilik tanah yang menjadi sengketa antara Bajuri dan pemerintah Desa Pagerwesi.

Dihadapan Ketua DPRD Bojonegoro, Bajuri bersama keluarganya menyampaikan bahwa, sampai saat ini persoalan tanah yang selama ini dikuasai oleh dirinya dan dinyatakan oleh dirinya seperti yang tertuang dalam sertifikat dan bertuliskan nama Juri pada garis putus putus dari tanah seluas 720 M3 yang tertera dalam sertifikat, tetap dinyatakan adalah haknya.

"Saya sengaja datang ke Ketua DPRD untuk mendapatkan kebijakan atas persoalan ini, karena semua memberikan keputusan yang belum jelas," Kata Bajuri saat ditemui usai bertemu ketua DPRD Mitroatin, Selasa (23/2/16).

Dengan mengadukan persoalan soal sengketa tanah yang telah ditempatinya berpuluh puluh tahun ini supaya tidak ada intimidasi maupun vonis serta penghakiman sepihak terhadap dirinya dari berbagai pihak, sehingga diharapkan dirinya mendapatkan keadilan dan keputusan yang bijaksana dari ketua Dewan.

"Saya pengennya tidak dirugikan, karena semua jelas tertuang dalam sertifikan, dan pihak BPN (Badan Pertanahan Negara. Red) juga menyatakan dengan jelas sesuai dengan jawaban yang diberikan kepada kami bahwa semuanya lemah terkait hak atas tanah tersebut," Terang Bajuri. 

Dirinya dan keluarga juga berharap nantinya akan ada kebijaksanaan dari Ketua Dewan dalam persoalan ini, sehingga dengan segala persoalan sengketa tanah ini dirinya agar tidak disalahkan sepihak oleh beberapa pihak, dan alasan Bajuri dirinya telah membeli tanah sesuai yang tertuang dalam sertifikat yang berada di Garis Tebal dalam sertifikat, yaitu sesuai batas tanah yang dia beli. 

Menanggapi pengaduan Bajuri beserta keluarganya, Ketua Dewan, Mitroatin mengatakan bahwa dirinya akan berusaha dengan baik untuk melakukan mediasi antara Bajuri dan pihak Pemerintahan Desa Pagerwesi. "Saya akan berusaha memdiasi masalah ini dengan baik, dan nanti akan kita panggil, saya tidak akan berpihak pada siapa siapa, nanti juga akan kami kaji lebih dalam," Kata Mitroatin.

Mitroatin berencana akan memanggil kepala Desa dengan semua yang terkait, dan untuk memdiasikan persoalan, serta mencarai titik permasalahan, Karena menurutnya, dirinya tidak berhak untuk memutuskan dan menghakimi antara kedua belah pihak, "nanti kita akan bertemu dan meminta penjelasan dari semua pihak," Tegas Mitroatin.

Dia juga berharap agar Semua pihak bisa bersabar, dan untuk tidak saling emosi dan juga saling memvonis serta mengklaim dalam bentuk apapun, karena pihaknya yakin bahwa akan ada titik temu yang baik tanpa ada yang dirugikan. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .