Tanaman Padi Membusuk, Petani Di Baureno Merugi, Tren Air Sungai Begawan Solo Turun

Suara Bojonegoro     Sabtu, Februari 13, 2016    

Kontributor: Amir Fatah

suarabojonegoro.com - Akibat luapan sungai Begawan Solo, dan kiriman air hujan sehingga menyebabkan Sungai Kali Apur di desa Kararngdayu juga ikut meluap karena tidak bisa mengalir ke hilir dan masuk sungai Begawan Solo, sehingga kembali menenggelamkan tanaman padi milik warga Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno Bojonegoro.

Dari pantuan kontributor Media Online suarabojonegoro.com dilapangan pada Debit air Sungai yang naik pada gelombang dua ini menyebabkan luapan Kali Apur Ingas lebih besar, sehingga tanaman padi yang belum sempat di panen harus tenggelam dan berdampak membusuk di sawah.

"Sebenarnya mau kita panen hari ini tapi airnya penuh, dan tidak bisa di panen, karena harus menunggu airnya surut dulu," Kata Sulastri saat ditemui di sawahnya.

Sementara itu petani yang lain, Fathur (30) mengatakan dirinya dan petani yang lain terpaksa memanen tanaman padinya yang berumur 80 hari itu sebisanya saja, sambil menunggu airnya surut. 

"Kalau sudah begini ya rusak mas, pembeli tidak mau lagi untuk membeli hasil panen, dan terpaksa kami bawa pulang," Terang Fathur.

Dijelaskan juga bahwa kondisi tanaman padi yang terendam air banjir ini bulir padi mulai tumbuh benih dan berwarna hitam, sehingga jika di jual harganya sangat murah sekali, sehingga para petani berusaha memanen sebisa mungkin dan di bawa pulang untuk di jemur baru kemudian di jemur dan di jual dengan harga kering.

"Kita bawa pulang dan kita jual saat kering sehingga kita tidak terlalu bangkrut," Tambah Fathur.

Sementara itu, Supari Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Karangdayu mengatakan bahwa harga gabah kering sawah seharusnya mencapai Rp. 3.500 perkilogramnya jika tidak terendam banjir, namun karena terendam banjir diperkirakan total kerugian padi yang terendam juga sudah mebusuk di Desa Karangdayu kecamatan Baureno kabupaten Bojonegoro mencapai 6,737,500,000, dengan Uraian dari harga gabah per kilo 3500 X 7000 kg = 24,500,000 X 275. Hektar dengan jumlah 6,737,500,000. (Mir/Red)


Dilaporkan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemkab Bojonegoro, bahwa Perkembngan ketinggian air bengawan Bolo pada tanggal  13 Februari 2016.

Pukul    ,karanngko   Bojonegoro
01.00         -            14.12
02.00         -            14.15
03.00   28.00         14.17
04.00        -             14.19
05.00        -             14.21
06.00     27.72       14.21
07.00        -             14.21
08.00        -             14.20
09.00    27.39        14.20
10.00        -             14.20
11.00        -             14.20
12.00   27.12         14.20
13.00       -              14.19
14.00       -              14.16
Situasi Bengawan solo  pada posisi Siaga KUNING dengan tren turun.

(Sumber data dari Kantor UPT. PSDA WIL. SUNGAI BGWN SOLO DI   Bojonegoro)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .