Tangkap Pelaku Penipuan Tenaga Kerja Di Blok Cepu, Polisi Kembangkan Kasus

Suara Bojonegoro     Senin, Februari 01, 2016    

Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Sejumlah 12 Orang yang merasa tertipu karena bisa di janjikan bekerja di proyek minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Banyu Urip Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, dan melaporkan kejadian yang dialami ke pihak kepolisian, akhirnya Polisi membekuk terlapor BA (35) Warga Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (29/01) lalu.

Kapolsek Kalitidu AKP Dumas Barutu, menyatakan bahwa, pelaku ini berhasil melakukan tindak penipuan terhadap 11 orang lainnya. Adapun dari jumlah Total korban yang melapor 12 orang, salah satunya Andi Kurniawan.

"Saat ini terlapor BA sudah ditahan, untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," ujar AKP Dumas Barutu.

Salah satu korban yang melaporkan, Andi Kurniawan (26), asal Desa Gondel RT 07 RW 02, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora bersama kawan-kawannya, menyebutkan bahwa awal pertemuan para korban dengan terlapor, BA, bermula pada sekitar Juli 2015 lalu. "Saat itu terlapor menjanjikan kepada mereka akan dimasukkan kerja di proyek Minyak dan Gas Bumi, bagian Produksi di Kecamatan Gayam," Lanjut AKP Dumas Barutu.

Dijelaskan juga bahwa BA ini meminta kepada para korban membuat Surat Lamaran kerja dan membayar uang administrasi. Masing-masing korban membayar uang tunai senilai Rp10 juta. Itu pun ada penjanjiannya, yakni sebagian uang administrasi mesti dibayar diawal. Sisanya dapat dibayar setelah masuk kerja, dan cara pembayaran para korban, ada yang langsung kepada terlapor dan ada yang lewat transfer rekening bank. Dan para korban dijanjikan mulai bekerja di proyek migas pada Desember 2015.

"Namun, ditunggu hingga saat dilaporkan, pekerjaan yang dijanjikan itu tidak ada. Para korban mengaku sudah sering menanyakan kepada terlapor tentang kejelasan pekerjaan tersebut, namun tak pernah ada jawaban," Lanjut AKP Dumas Barutu.

Adapun Kerugian materi akibat tindak penipuan naker ini sekitar Rp134 juta, dan akibat perbuatanya BA dijerat pasal 378 dan atau pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penipuan dan atau penggelapan, dengan pidana 4 tahun penjara. Polisi pun mengembangkan kasus tersebut, dimungkinkan ada pihak pihak lain yang ikut terlibat dalam perkara penipuan tenaga kerja ini. (Ney/Red)


Foto Ilustrasi: www.kiblat.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .