Tersambar Petir, Petani Kedungadem Tewas Dihadapan Anak Isterinya

Suara Bojonegoro     Senin, Februari 22, 2016    

Reporter: Amir Fatah

suarabojonegoro.com- Karmisih (48) tak pernah menyangka, hari ini (Senin, 22/02/2016) merupakan hari terakhirnya bersama sang suami. Duka mendalam tak dapat dihindari, setelah Kemis (53) tewas mengenaskan di depan matanya dan anaknya sepulang menanam bawang merah. "Saat pulang, cuaca sedang hujan. Bapak disambar petir dan langsung meninggal," ujar Karmisih.

Pagi itu, seperti biasa Karmisih, Kemis dan putranya Warito (30) berangkat dari rumahnya di Dusun Cemplo RT 01 RW 05 Desa Kedungadem  Kecamatan Kedungadem. Lahan yang menjadi garapan mereka berada tak jauh dari tempat tinggalnya, masih satu desa.

Menjelang sore, cuaca berubah menjadi mendung dan hujan mulai mengguyur. "Sekitar pukul 4 sore kami pulang," tambahnya. Mereka pulang bersama petani lainnya, saat itulah petir menyambar dan membuat Kemis tergeletak menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut pihak kepolisian yang menerima laporan dari perangkat desa setempat, visum telah dilakukan oleh pihak Puskesmas. Karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, maka selanjutnya jenazah diserahkan pada pihak keluarga. (Mir/Red)

Foto Ilustrasi: tribunews.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .