Unjuk Rasa, Ratusan Tukang Becak dan PKL Disuguhi Soto dan Kikil

Suara Bojonegoro     Jumat, Februari 26, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

TUBAN (suarabojonegoro.com) - Hingga hari ini (Jumat, 26/02/2016) warga Tuban yang berprofesi sebagai tukang becak dan Pedagang Kaki Lima (PKL) belum bisa melupakan apa yang mereka alami sehari sebelumnya. Pasalnya, saat mereka berunjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, yakni mengenai aturan di tempat wisata Sunan Bonang Kebonsari Tuban.

Kala itu, sekitar 250 pengunjuk rasa disambut oleh Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan. “Silahkan menyampaikan aspirasi, saya amankan dan saya dukung, karena saudara bertujuan baik yaitu memperbaiki taraf hidup dan untuk mencari makan, namun demikian dalam menyampaikan aspirasi harus tertib dan jangan anarkis,” ujar Guruh saat menyambut pengunjuk rasa.

Setelah berorasi, perwakilan pengunjuk rasapun dipersilahkan masuk untuk bertemu dengan Kepala Dishub Tuban, bernegoisasi terkait tuntutan mereka. Tak disangka, tak dinyana, ratusan pengunjuk rasa yang menunggu jalannya negoisasi, Guruh mendekati mereka sambil melontarkan tawaran dan pertanyaan.

"Gini ini sudah sarapan belum ? Kalau belum, ayo bareng saya," katanya.

Mendapat tawaran yang tak biasa itu, ratusan pengunjuk rasa langsung menyerbu pedagang lontong kikil dan soto yang biasa mangkal di sekitar Kantor Dishub. Pesta soto dan lontong kikilpun mewarnai suasana unjuk rasa, tak sampai satu jam seluruh dagangan pun ludes.

Unjuk rasa yang biasanya bertemperatur tinggi, berubah menjadi gayeng. Raut muka aparat yang bertugas mengamankan unjuk rasa pun terlihat santai, pengunjuk rasa juga tampak menikmati suasana tersebut. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .