5 Kunci Keberhasilan Petugas Damkar

Suara Bojonegoro     Senin, Maret 21, 2016    

Reporter : Amir Fatah

suarabojonegoro.com - Melihat fenomena yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro dimana kebakaran tak hanya terjadi saat musim kemarau saja akan tetapi juga terjadi di musim penghujan menuntut aparat dalam hal ini Petugas Pemadam Kebakaran Yang sigap dan memiliki kualitas. Oleh karenanya semua petugas Damkar harus memiliki 5 kunci utama menuju petugas yang andalan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, Msi kepada petugas damkar pada acara pembekalan pelatihan kebencanaan yang digelar di Taman Ebaga Trucuk, Senin (21/3) pagi tadi.

Empat kunci utama yang harus dipegang teguh oleh para petugas andalan ini yang pertama adalah pencegahan, pencegahan dalam hal ini perlu adanya rekom teknis bangunan sekaligus instalasi listrik di seluruh bangunan baik perkantoran perumahan dan lain sebagainya. 

Menurut Bupati jika dulu kebakaran diakibatkan oleh tungku dewasa ini akibat korlesting listrik. Selain rekom diperlukan adanya perilaku manusia yang memiliki kesadaran. Kunci kedua yang harus dipahami adalah Time To Report, yakni berapa jarak antara kejadian dengan pelaporan Masyarakat harus secepatnya melaporkan jika ada kejadian kebakaran. Menurut Bupati kunci ketiga adalah Time To Respon, seberapa cepat respon yang diberikan oleh BPBD ketika menerima laporan adanya kejadian kebakaran. Dari 15 menit diharapkan akan terus menurun sehingga semakin cepat penanganan akan mengurangi kerugian dan dampak yang terjadi. Kunci keempat adalah waktu untuk menyelesaikan atau melakukan pemadaman. Salah satu yang membuat proses pemadaman ini berlangsung lama biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pemukiman yang berdekatan dan jalan yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan.

Oleh karenanya untuk mengatasi hal ini, pemkab mengadakan mobil kendaraan yang bisa menjangkau wilayah padat dan sulit akses. Kunci terakhir adalah recovery didalamnya pendataan kerugian dan pemberian bantuan. Bupati mengungkapkan kebakaran yang terjadi di Bojnegoro disebabakan oleh beberapa hal antara lain semakin padatnya pemukiman dampak dari peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Bojonegoro, hal ini semakin diperparah dengan akses jalan yang sempit dan kecil sehingga jika terjadi kebarakan mudah untuk merembet dan susah ditangani. Belum lagi lambatnya pelaporan dari masyarakat mengakibatkan kerugian makin banyak.

Secara khusus Bupati kepada seluruh peserta mengharapkan agar menjadi petugas yang handal dan andalan, oleh karenanya utama yang harus dipadamkan dan ditaklukkan adalah rasa takut, jangan sampai petugas pemadam kebakaran malah takut api. Selain itu untuk meningkatkan kinerja satuan Damkar ini. Bupati berpesan kepada Kepala pelaksana BPBD agar setiap tiga bulan melakukan evaluasi kinerja kepada semua petugas pemadam kebakaran. Jika mereka bekerja bagus maka mendapatkan bintang, namun sebaliknya jika kinerja mereka jauh dari harapan maka akan diberikan “ Gada “ atau “ pentung”. Ini merupakan salah satu streching untuk mendapatkan petugas damkar yang berkualitas.

Diakhir sambutannya Bupati menyampaikan tentang penambahan pos BPBD yang saat ini terbentuk empat titik, kedepan akan ditambah di tiga titik. Dengan penambahan pos ini akan makin meningkatkan kualitas layanan BPBD.


Sementara itu Kepala, BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo dalam laporannya menyampaikan pelatihan ini nantinya akan diikuti oleh 80 petugas pemadam kebakaran baik petugas lama maupun petugas baru. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari yakni mulai tanggal 21 sampai dengan 23 Maret 2016 dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kebakaran Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Bojonegoro. (Rilis Humas Pemkab Bojonegoro)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .