Asal Usul Cerita Negeri Atasangin

Suara Bojonegoro     Sabtu, Maret 12, 2016    

Oleh : Rabbani P

suarabojonegoro.com- Masih mengenai Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Bojonegoro, yakni mengenai asal-usul nama Atas angin, dalam peta Bojonegoro tak ada yang bernama Dusun Atas Angin di Desa Klino. Salah satu cerita yang berkembang adalah mengenai seorang tokoh pada masa perang Kerajaan Pajeng dengan Mataram, Raden Atas Aji dan pasangannnya Putri Sekar yang mengungsi ke Bukit Atas Angin karena perang berkecamuk.

Dikisahkan keduanya berjanji setia hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di sebuah goa yang dikenal dengan nama Goa Telo. Menelusuri kebenaran cerita tersebut, Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro akhirnya berhasil memperoleh sedikit cerita yang agak berbeda. Yakni mengenai kekuatan spiritual yang menyelimuti kawasan tersebut.

Dikisahkan, Raden Atas Aji yang memutuskan untuk menyepi sepanjang hidupnya, merasa khawatir dengan nasib Desa Deling, menyusul permusuhan adat yang tak kunjung usai. Dengan kemampuan lebihnya, akhirnya Raden Atas Aji berhasil meninggalkan pesan kepada generasi mendatang yang jaraknya ratusan tahun lamanya. Raden Atas Aji tak menuliskan pesannya tersebut, melainkan merapalkannya berulang-ulang ke dalam goa.

Ilmu Raden Atas Aji dan rapalannya tersebut, akhirnya berubah menjadi angin di dalam goa, konon kabarnya suara angin tersebut baru dapat diterjemahkan oleh orang yang mempunyai niatan baik untuk Desa Deling. Pesan berupa angin tersebut akhirnya berhasil didengar oleh Raden Sujono Poro dan melaksanakan pesan dari Raden Atas Aji tersebut. Yakni mengenai syarat perdamaian atas permusuhan adat yang selama ini terjadi.

Orang lain yang berhasil ditemui oleh Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro adalah Mbah Saeman, Warga Desa Deling berusia 65 tahun. Saat dirinya masih kanak-kanak dan sering mencari kayu bakar di sekitar Bukit Atas Angin, mengaku pernah mendengar pesan dari seorang tua. Pesan itu berisi tentang sebuah ramalan yang menyebutkan bahwa suatu saat nanti akan ada banyak orang yang datang ke Bukit Atas Angin.

Kebenaran kisah yang berhubungan dengan ilmu angin yang dimiliki oleh Radan Atas Aji itupun dibenarkan oleh Mbah Saeman dan otoritas pemerintah di Kecamatan Sekar, yakni mengenai pusaran angin dan fenomena mistis yang terjadi sehubungan dengan pesan Raden Atas Aji tersebut. Salah satunya adalah, larangan bagi prajurit untuk bersikap sombong bila berada di atas Bukit Atas angin itu.

Dituturkan, bahwa saat ada larangan yang dilanggar, maka akan muncul angin besar dari goa telo tersebut, angin tersebut bakal menghalangi pandangan dan merubah penampilan tanam-tanaman yang ada di sekitar tempat itu. Pernah seorang anggota polisi yang mempunyai hobby trail, tak mengindahkan peringatan yang disampaikan, akibatnya polisi tersebut tersesat di dalam hutan dan baru dapat keluar pada keesokan harinya.

Namun sebaliknya, bila berada di sekitar Bukit Atas angin menjalankan pesan dari Raden Atas Aji, maka akan baik rejeki dan kehidupan asmaranya. Itulah cerita asal-usul mengapa kawasan tersebut diberi nama Atas Angin. Bekel Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro yang hanya sampai punggung Bukit Atas Angin adalah Didik Wahyudi, Ramon Pareno dan Eko Peye. (Rab)

Sumber:
Mbah Saeman (65) Juru Kunci Bukit Atas Angin
Harinto, Kades Bobol, Kecamatan Sekar
pokjabudayabojonegoro.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .