Bebas HIV/AIDS Tak Jadi Syarat Perangkat Desa

Suara Bojonegoro     Selasa, Maret 01, 2016    

Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Rapat Panitia Khsus (Pansus) 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro bersama tim eksekutif akhirnya hanya memutuskan bahwa seseorang yang positif menggunakan narkobalah yang tidak diperbolehkan mencalonkan diri menjadi perangkat desa.

"Awalnya pengidap HIV/AIDS dan narkoba yang tidak diperbolehkan namun hasil akhir hanya pemakai narkoba yang tidak diperbolehkan," kata ketua Pansus 1 DPRD Bojonegoro, Anam Warsito. (Selasa, 30/02/2016)

Menurutnya, hal tersebut agar penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro tidak dibatasi ruang geraknya dan tentunya tidak merasa dikucilkan karena seperti diketahui tidak semua penderita penyakit tersebut dapat dikatagorikan orang yang tidak benar (nakal).

"Hal tersebut dilakukan agar nantinya peraturan daerah atau produk hukum yang dibuat tidak mendiskriminasikan penderita HIV/AIDS," tandasnya.

Seperti yang diketahui, dalam draf Raperda terkait tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, akan ditambahkan syarat  harus terhindar dari narkoba berdasarkan surat keterangan dokter. Anam juga sempat menjelaskan, bahwa penderita HIV/AIDS dan pengguna narkoba, dikategorikannya sebagai indikator penentuan moral seseorang. (Ney/rab)


Foto ilustrasi : tribunews.com (seorang sedang dalam aksi peduli HIV/Aids)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .