Cinta Terlarang di Ladang Jagung, Berakhir di Penjara

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 02, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

TUBAN (suarabojonegoro.com) -  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Tuban meringkus seorang pria yang dilaporkan telah melakukan persetubuhan terhadap gadis belia yang baru berusia 15 tahun 5 bulan. Hal itu dilakukan setelah AJ yang didampingi orang tuanya melaporkan perbuatan bejat pelaku yang berinisial MAM (19).

Dalam laporannya, keluarga AJ mengatakan bahwa kejadian tersebut telah dialami putrinya sebanyak 4 kali. Yakni pada hari Mingggu (19/7/2015) sekira pukul 14.00 wib, yang kedua hari Kamis  (23/7/2015) sekira pukul 14.00 wib, ketiga hari Rabu (29/7/2015) sekira pukul 14.00, yang ke empat hari Sabtu (8/8/2015) , dijam yang sama yaitu 14.00 wib.

"Tersangka dan korban sudah saling mengenal dan berpacaran," kata Kasubag Humas Polres Tuban AKP Elis Suendayati.

Lalu suatu hari, tersangka janjian dengan korban via SMS, mereka bertemu di jalan dekat area persawahan di Desa Pandanagung Kecamatan Soko. Saat itulah MAM mengajak AJ masuk ke ladang jagung, dan disitu tersangka menyetubuhi korban.

“Dari pengakuan tersangka, dirinya telah melakukan persetubuhan sebanyak empat kali di waktu yang sama dan di TKP yang sama pula," tambahnya.

Akibat perbuatan tersangka, saat ini AJ sedang hamil 7 bulan. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni sebuah celana panjang warna hitam, sebuah kaos lengan panjang warna krem dan sebuah celana dalam wanita warna putih.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan unit PPA Polres Tuban, ternyata tersangka sudah mempunyai seorang istri yang dinikahi secara siri dan mempunyai anak yang baru berumur 4 bulan.

Kini MAM harus menghadapi pasal 81 junto pasal 76 undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no.23 thn 2002 tentang  perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .