Ditanya Kemampuan Beli di Mulut Sumur, Ini Jawaban TWU

Suara Bojonegoro     Kamis, Maret 10, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Presiden Direktur PT Tri Wahana Universal (TWU) Rudy Tavinos menantang pemerintah segera menentukan harga minyak mentah yang beli di mulut sumur, karena hingga kini pihaknya juga masih menunggu harga yang ditetapkan pemerintah agar PT TWU kembali mendapat pasokan minyak dari Lapangan Banyu Urip Blok Cepu.

Sebelumnya, pada 15 Januari 2016 lalu aliran minyak ke kilang mini tersebut dihentikan sementara. "Kalau ditanya berapa harga ideal yang harus TWU dapatkan untuk membeli minyak, ya berbeda-beda setiap daerah," katanya (Kamis 10/03/2016)

Menurut Rudy, seharusnya yang dilakukan pemerintah adalah segera menetapkan harga di mulut sumur dan FSO (Floating Storage and Offloading) Gagak Rimang atau tempat penampungan minyak mentah yang diproduksi dari Lapangan Banyu Urip Blok Cepu.

"Harga tentukan dulu, nanti TWU akan menghitung sanggup membeli minyak mentah atau tidak ," tambahnya.

Seperti yang diketahui, pada tahun 2009 PT TWU mendapatkan harga minyak ICP Arjuna minus USD 6.70, tahun 2013 ICP Arjuna minus USD 5,31, 2014 ICP Arjuna minus USD 4,76 dan terakhir tahun 2015 ICP Arjuna minus USD 3,50 dan pada tahun 2016 ini TWU belum mendapatkan berapa harga minyak yang ditetapkan oleh pemerintah karena sesuai kontrak masih ada 5 tahun kerja sama pembelian minyak. (Ney/rab)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .