EMCL Luncurkan Program SID di Bojonegoro dan Tuban

Suara Bojonegoro     Kamis, Maret 24, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama 15 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal meluncurkan program pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) di Bojonegoro dan Tuban. Desa yang menjadi sasaran program meliputi Desa Mojodelik Kecamatan Gayam, Desa Sedah Kidul Kecamatan Purwosari, Desa Ngujung Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro serta Desa Sidodadi Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban.

"Lewat SID diharapkan proses pelayanan di desa, proses musrenbangdes bisa lebih cepat dan tepat," ucap Bupati Bojonegoro, Suyoto dalam sambutannya di Pendopo Kabupaten, (Rabu, 23/3/2016).

Ia menambahkan, SID akan mempercepat pembangunan di Bojonegoro. Kedepan, kata dia, semua data dari segala elemen desa akan terintegral dan dapat diakses dengan mudah oleh semua orang sebagai wujud transparansi dalam pembangunan desa.

"Saya harap, empat desa percontohan ini bisa lebih maju dari desa-desa lainnya di Bojonegoro," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Masyarakat Desa, Kementrian Desa, Eko Sri Haryanto mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa melalui data yang valid, akan mempermudah pelaksanaan transparansi.

"Tidak mudah untuk membongkar transparansi informasi, terutama terkait anggaran," kata dia.

Eko mengungkapkan, atas nama Kemendes, dirinya merasa bangga kepada EMCL yang mampu mendorong dimulainya percontohan SID. Dia berharap, selanjutnya SID menjadi agenda wajib pemerintah setempat.

"Saya harap kedepan data harus terus update. Banyak keputusan penting berangkat dari data," ungkap dia.

Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya pada kesempatan yang sams menyampaikan apresiasi kepada para mitranya yang telah melakukan yang terbaik untuk kemajuan desa.

"Sistem ini tidak akan terwujud tanpa dukungan semua pihak. Baik pemerintah daerah main pihak desa," katanya.

Sejak November 2015, jelas Rexy, mitra LSM telah bekerja mewujudkan program SID di lima desa percontohan dari Bojonegoro dan Tuban. "Program ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas LSM lokal yang sudah kami mulai sejak 2004," jelasnya.

Dia menambahkan, kedepannya diharapkan LSM lokal dapat menyusun rencana program berdasarkan persoalan nyata (evidence base) melalui pendekatan kawasan dalam program pemberdayaan masyarakat. (Ney/rab)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .