GERHANA MATAHARI DAN LIBUR NASIONAL TETAP BELAJAR DI SEKOLAH

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 09, 2016    

Oleh : Liya Yuliana


suarabojonegoro.com - Rabu, 9 Maret 2016 hari yang dinantikan oleh kebanyakan orang. Tak sedikit hotel di kota tempat terjadi GMT (Gerhana Matahari Total) telah penuh dibooking oleh para turis mancanegara. Kejadian langka ini menyedot perhatian publik. Terhitung terakhir terjadinya gerhana sebelumnya di negeri tercinta adalah pada tahun 1983.

Dahulu masyarakat menyambut gerhana dengan bersembunyi di bawah meja, menutup rapat pintu rumah. Seiring berjalannya waktu kini masyarakat justru mempersiapkan diri menikmati moment bersejarah dan langka ini dengan menggunakan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah seharusnya kita menyambut terjadinya gerhana matahari? Cukupkah dengan menikmati keindahan gerhana dengan peralatan khusus? Ataukah ada hal lain yang harus dilakukan?

Sebuah sekolah Islam di Bojonegoro yakni SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro menyambut gerhana matahari dengan cara yang tak kalah menarik. Keluarga besar SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro melaksanakan salat kusuf secara berjamaah di halaman sekolah untuk kelas 3 sampai kelas 6. Adapun kelas 1 dan kelas 2 di aula lantai 3. Kegiatan ini dilakukan sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullah. Yakni saat terjadi gerhana matahari melaksanakan salat kusuf, kutbah, berdzikir dan sedekah. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Pada hari Rabu, 9 Maret 2016 anak didik masuk sekolah seperti biasa. Menurut keterangan waka kurikulum ustadzah Nurul Hidayah, kurikulum SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro menerapkan pembelajaran langsung (Contextual Teaching and Learning). Pada materi Al Islam terdapat materi salat gerhana. Kebetulan hari ini terjadi gerhana jadi seluruh siswa tetap masuk untuk melaksanakan salat gerhana walaupun hari libur nasional.

Sebagai seorang muslim tentu senantiasa mengikuti apa yang dicontohkan manusia maksum Rasulullah SAW dalam segala hal. Termasuk menyambut gerhana matahari. Tidak dengan berfoya –foya namun dengan salat, berdzikir dan sedekah. Dengan demikian semoga Allah semakin rida. Dan itulah sebaik-baik kebahagiaan seorang muslim. Allahu A’lam. (jw*)


*) Penulis adalah Guru SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .