Laka Maut Kalitidu, Sopir Elf Jadi Tersangka, KNKT Juga Teliti Terjadinya Laka

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 09, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Setelah dilakukan perawatan Terhadap
Sopir Mobil Elf Toha Muksan, (43) warga RT. 3 RW. 1 Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini Sopir yang diduga ugal ugalan ini menjadi tersangka dalam kasus Kecelakaan di Jalur Nasional Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, dan kini menghuni Tahanan Sat Lantas Polres Bojonegoro.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Prianggo Parlindunga Malau menyebutkan bahwa Sopir Elf diketahui lalai saat mengemudi Kendaraan dan sudah ditetapkan jadi tersangka, Selasa, (8/3/16).

"Penetapan tersangka ini setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap kejadian dan juga para saksi serta hasil olah TKP," Kata Kasat Lantas.

Sementara itu selain dari Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) Polda Jatim dan Korlantas Mabes Polri turun TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap kecelakaan maut yang menewaskan 7 orang penumpang Elf ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Jawa Timur melakukan investigasi dan penelitian terhadap kasus kecelakaan menonjol antara minibus Elf.

Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Lalulintas Angkutan Jalan, Kementerian Perhubungan, Leksmono Suryo Putranto mengungkapkan
Investigasi yang dilakukan oleh KNKT ini, bukan untuk mencari siapa yang salah. Namun untuk mencegah kasus yang sama terulang kembali. Sehingga setelah dilakukan investigasi ini KNKT akan memberikan rekomendasi kepada para pihak, baik pemerintah maupun pihak terkait bagaimana agar kejadian ini bisa dicegah.

Dari Investigasi yang dilakukan tim KNKT ini, kecelakaan dengan melibatkan minibus Elf ini penyebabnya kebanyakan karena body elf tidak memenuhi ketentuan, termasuk jumlah penumpang dan kelayakan kendaraan. Selain itu, faktor manusianya karena mengantuk juga sisi jalan yang bagus, kata dia, bukan tanpa resiko, karena akan mendorong orang untuk mengemudi dengan kecepatan tinggi.

"KNKT tidak bisa menyampaikan data yang diperoleh sebelum ada hasil investigasi yang dilakukan. Selain itu juga masih akan mewancarai mobil mobilo dan sopir ELF, karena perlu mendengar keterangan sopir lain," jelasnya. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .