Ojek Jagung Dijalan Ekstrim

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 09, 2016    

Reporter : Rabbani. P

suarabojonegoro.com - Kondisi jalur yang harus dilalui warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang untuk mencapai ladang jagung mereka, terbilang ekstrim. Kemiringannya, lebar jalan dan teksturnya, harus orang-orang yang mempunyai keahlian, bila ingin melalui track ini dengan kendaraan.

Namun bagi banyak warga setempat, kondisi tersebut justru menjadi sumber penghasilan alternatif. Masyarakat sekitar menyebutnya ‘Ojek Jagung’, karena memang yang diangkutnya adalah hasil panen jagung.
“Untuk sekali jalan, ongkosnya Rp 9ribu per karungnya,” kata Eko Prasetiyono, Kades Sambongrejo. Dalam sehari, para ojek jagung tersebut mampu melayani puluhan karung jagung saat musim panen tiba.
“Sekali jalan bisa 6 karung yang diangkut,” tambahnya. Dengan beban angkutan tersebut, para ojek jagung melintasi berbagai kondisi yang ekstrim menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi.
Jarak antara ladang jagung dengan jalan dusun, bila ditarik garis lurus berkisar antara 200 meter hingga 1 km. Namun karena kemiringan rutenya, maka mereka harus berjalan berliku-liku melewati tegalan yang hanya selebar ban motor, menyeberangi sungai-sungai kecil dan berjalan diantara bebatuan besar. (Rab)

Foto : cendana.news

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .