PC PMII Bojonegoro Dorong Disperta Jamin Perlindungan Petani

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 09, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro menggelar diskusi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro. Diskusi yang dilaksanakan di Kantor PC PMII Bojonegoro, Jl Pondok Pinang No. 2A Bojonegoro berlangsung gayeng dan penuh inovasi gagasan pengembangan pertanian di Bojonegoro.

Hadir dalam diskusi yang bertemakan "Dari Hulu ke Hilir Pertanian di Bojonegoro, Harus Bisa Sejahterakan Petani" Kepala Dinas Pertanian, Ahmad Djupari dan 2 Kepala Bidang Dinas Pertanian serta puluhan mahasiswa dari 6 kampus Se Bojonegoro.

Imam Mukhibul Ma'ruf, selaku koordinator diskusi menyampaikan berbagai keluhan petani yang menjadi hasil observasi PMII beberapa waktu lalu. "Permasalahan petani sangat kompleks, mulai dari modal tanam yang mayoritas hasil pinjaman, mahalnya harga Pupuk dan Obat, SDM petani yang semakin berkurang, harga jual saat panen yang murah, akses air yang bagian selatan sulit air dan bagian bantaran Bengawan Solo yang sering banjir dan lain sebagainya. sehingga perlu perlindungan hak-hak mereka, agar mereka lebih berdaya saing tinggi dan sejahtera".

Selanjutnya Ahmad Djupari menerangkan bahwa Luas lahan pertanian Bojonegoro adalah 32 % luas Bojonegoro. Jadi harus inovasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian di Bojonegoro ini. "Meskipun luas lahan tidak terlalu luas, Bojonegoro sudah surplus hasil pertanianya. Bahkan nomor 3 SeJawa timur. Namun memang masalah yang di hadapi petani sangat kompleks. Bahkan petani sering merugi. Jadinya generasi muda gengsi untuk bertani. Sedangkan generasi tua susah untuk diajak berinovasi".

"Dari permasalahan yang disampaikan PMII, kami sangat mengapresiasi peranya. Namun kita terbatas SDM, sehingga butuh bantuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Pada intinya saya sepakat bila Petani berhak untuk hidup lebih sejahtera lagi," ujarnya saat diskusi.

Ketua Umum PC PMII Bojonegoro, menambahkan bahwa ada 5 hal yang menjadi gagasan besar dalam diakusi tersebut, yakni :
1. Perlindungan Kepada Petani, mulai dari bibit, proses tanam, persediaan dan harga pupuk bahkan saat musim panen.
 2. Harus ada BUMD yang khusus menangani hasil pertanian di Bojonegoro, sehingga bisa terwujud pasar induk beras, jagung dan kedelai yang menjadi andalan pertanian Bojonegoro.
3. PPL pertanian harus lebih intens mendampingi petani.
4. Fungsikan Lumbung Padi Desa dan Simpan Pinjam Petani yang bunganya ringan, ini bisa diintegerasikan dengan BUMDES.
5. Evaluasi program yang kurang berjalan (Program Jambu, Seribu embung, Pompanisasi, Traktor bagi Poktan).

"Sebenarnya program yang telah direncanakan baik, tapi untuk realisasinya perlu dikontrol dan evaluasi. Intinya PMII mendorong agar Disperta lebih getol untuk menjamin perlindungan hak petani," tambahnya saat diskusi berakhir. (Ril/Ney)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .