Potensi Ekonomi Perikanan Air Tawar Waduk Pacal

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 23, 2016    

Oleh. : Syayidah Aulia Lutfiana

Wilayah maritim di Indonesia meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan laut. Danau, pantai, sungai dan bendungan juga termasuk kajian dari sejarah maritim. Segala jenis perikanan juga termasuk didalamnya. Waduk merupakan sungai buatan manusia yang dapat membantu kebutuhan manusia. Selain sebagai sarana irigasi waduk juga merupakan mata pencaharian bagi masyarakat sekitar (Hamid, Abd Rahman. 2013). Yaitu mencari ikan. Banyak jenis ikan yang dapat di panen oleh nelayan sekitar waduk misalnya ikan nila, udang, patin, gloso dan lain-lain.hasil dari pancingan tersebut dipasarkan ke berbagai tempat.Waduk pacal merupakan bendungan peninggalan dari kolonial yang berdiri sejak tahun 1933.

Bendungan ini dibuat untuk pengairan bagi masyarakat yang tinggal disekitar waduk pacal tersebut. Selain itu jga mempnyai potensi perikanan air tawar. Hasil tangkapan yang terdapat pada waduk pacal antara lian ikan patin, nila, lele, udang, dan gloso. Hasil perikanan ini dipasarkan oleh nelayan setempat di sekitar waduk maupun disekitar waduk.

Waduk Pacal yang berada di 35 Km selatan wilayah Bojonegoro ini, merupakan bangunan peninggalan Belanda, tepatnya diresmikan sejak tahun 1933. Tepatnya pada tanggal 9 januari 1933. Termasuk salah satu bangunan bersejarah berukuran raksasa yang masih berfungsi hingga kini. Memiliki luas sekitar 3,878 kilometer persegi dan kedalaman 25 meter ini. Waduk ini merupakan bangunan sarana pengairan peninggalan zaman belanda dengan manfaat multifungsi. (Reindrawati, D. Y. 2009)Tepatnya di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, bangunan yang kokoh dengan arsitektur khas jaman kolonial Belanda menjadi daya tarik utama Waduk Pacal.

Daya tarik wisata ini adalah kemegahan dan kekokohan bangunan peninggalan zaman Belanda dan hamparan air yang melimpah dengan panorama alam dan hutan jati yang mempesona.Waduk pacal memiliki fungsi sebagai salah satau penyuplai air kepada petani-petani yang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya. Waduk pacal ini terletak didaerha pegunungan dan daerah hutan sehingga memiliki pemandangan yang indah dan memiliki daya tarik wisata bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro dan daerah sekitarnya. Tidak hanya itu, perjalanan menuju lokasi waduk pacal juga merupakan daya tarik tersendiri.

Jalanan yang membelah hutan jati dan tebing-tebing yang digunakan sebagai ladang masayarakat sekitarpun tak kalah mempesona. Akses jalan yang digunakan menuju waduk pacal juga terbilang sangat ramai, karena merupakan jalan provinsi yang menuju Kabupaten Nganjuk. Dari Kabupaten Nganjuk kira-kira 30 km ke arah utara. Di sepanjang perjalanan kita bisa menikmati keindahan khas hutan jati di areal Pegunungan Kendeng. Saat musim hujan debit air yang melimpah membuat pemandangan waduk pacal seperti sebuah danau yang sangat luas. Pemandangan tersebut didukung dengan adanya sebuah pulau kecil di selatan waduk yang sungguh menantang untuk disinggahi sejenak. Begitu melimpahnya air bahkan sampai menembus bawah Jembatan

Kedungjati yang juga tak kalah eloknya. Dari Jembatan Kedungjati ini kita bisa menikmati keindahan Waduk Pacal. Saat matahari terbenam, maka sangat terlihat dengan jelas. Saat musim kemarau, sekitar waduk berubah fungsi menjadi ladang dan perkebunan bagi masayarakat setempat.Saat musim penghujan, air dalam jumlah besar membuat waduk pacal terlihat seperti sebuah danau dengan perbukitan dan pohon-pohon besar di sekitarnya. Hampir setiap hari ratusan pemancing dari dalam dan luar kota memenuhi Waduk Pacal, bila airnya tak terlalu penuh, merekabisa memanfaatkan belasan pulau-pulau kecil sebagai tempat memancing.

Waduk pacal merupakan salah satu tempat wisata yang terdapat di kabupaten Bojonegoro yang mempunyai potensi ekonomi dalam bidang perikanan air tawar. (Reindrawati, D. Y. 2009) Banyak hasil tangkapan yang dihasilkan waduk pacal. Ikan-ikan tersebut antara lain ikan Nila, Gloso, Lele, Patin, dan udang. Dari macam-macam jenis ikan tersebut memiliki perbedaan dalam segi ekonomi. Dimana, ikan nila memiliki harga yang paling mahal dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya. Hal itu dikarenakan ikan nila memiliki protein yang tinggi dan peminatnya sangat banyak. (Kordi, 2000) Harga nila per kilonya di waduk pacal adalah 18.000. Hal ini berbeda dengan harga ikan Patin yang per kilonya seharga 14.000 berisi empat ikan saja. Sedangkan harga ikan gloso per kilonya adalah 17.000, harga ikan lele adalah 17.000. “Pokoknya biasanya saya menjual ikan-ikan ini memperoleh keuntungan 5000-10000 setiap satu kilonya” (wawancara . Untuk udang tidak selalu ada di waduk pacal. Tetapi harganya seperempat sekitar 7000. Dari semua jenis ikan di waduk pacal, ikan Patin merupakan ikan yang diminati oleh masyarakat sekitar waduk pacal. Keterangan ini diperoleh dari hasil wawancara sebagai berikut:

“Nek ikan gloso niku per kilo 14.000, nek ikanpatin niku 14.000, nek ikan nila ini mahalsendiri harganya20.000”(wawancara 25 April 2014).

Kesesuaian air waduk pacal memiliki kecocokan dalam perkembangbiakan ikan di waduk pacal. Dalam penanaman bibit ikan di waduk pacal, dilakukan pada musim penghujan. Dan untuk memanen ikannya dilakukan dua kali dalam setahun. Pada musim-musim kemarau sebelum waduk pacal mengalami kekeringan air. Potensi ekonomi yang dimiliki waduk pacal memberikan hasil yang baik untuk masyarakat sekitarnya. Mata pencaharian penduduk sekitar waduk pacal adalah nelayan. Waduk pacal juga menyimpan potensi ekonomi pada perahu-perahu yang ada di waduk pacal. Perahu-perahu tersebut disewakan pengunjung untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin ke tengah waduk. Dapat di tumpangi untuk sendiri maupun rombongan. Tarif untuk keliling waduk

Kesesuaian air waduk pacal memiliki kecocokan dalam perkembangbiakan ikan di waduk pacal. Dalam penanaman bibit ikan di waduk pacal, dilakukan pada musim penghujan. Dan untuk memanen ikannya dilakukan dua kali dalam setahun. Pada musim-musim kemarau sebelum waduk pacal mengalami kekeringan air. Potensi ekonomi yang dimiliki waduk pacal memberikan hasil yang baik untuk masyarakat sekitarnya. Mata pencaharian penduduk sekitar waduk pacal adalah nelayan. Waduk pacal juga menyimpan potensi ekonomi pada perahu-perahu yang ada di waduk pacal. Perahu-perahu tersebut disewakan pengunjung untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin ke tengah waduk. Dapat di tumpangi untuk sendiri maupun rombongan. Tarif untuk keliling waduk menggunakan perahu sebesar 20.000 per perahu. Potensi ekonomi lainnya adalah kuliner. Waduk pacal juga menyediakan kuliner yang menu nya terdiri dari olahan ikan-ikan yang dihasilkan waduk pacal. Adalah “semog” nama salah satu warung yang ada di dekat waduk pacal. Warung ini sangat sederhana, dengan suasana air waduk yang jernih. Warung ini menyediakan aneka masakan dari ikan Nila, Gloso, lele dan lain-lain. Menu yang paling diminati oleh pengunung maupun masyarakat setempat adalah ikan gloso bakar. Ikan yang dimasak adalah ikan segar langsung dari waduk pacal yang diambil oleh nelayan.

Dari potensi-potensi ekonomi perikanan yang terdapat di waduk pacal, maka dapat dipastikan bahwa mata pencaharian penduduk yang ada disekitar waduk pacal adalah nelayan. Penghasilan nelayan di waduk pacal menurut wawancara saya dengan pak Panirin yang berprofesi sebagai nelayan di waduk pacal yaitu 50.000 sampai 500.000 per hari. hal ini tergantung dengan ikan dan pengunjung yang datang ke waduk pacal. Berikut ini adalah kutipan wawancara peneliti dengan pak Pairin:

“Kalau untuk penghasilan per hari itu kurang lebih 50.000sampai 500.000 tergantung penjualan ikanya danpengunjung yang datang ke waduk pacal” (Kutipan wawancara 25 April 2014)

Untuk  penjualan ikan-ikan yang terdapat di waduk pacal, dipasarkan ke berbagai desa, yaitu desa Temayang, Bubulan, dan Belun. Penjual ikan dari luar waduk pacal ini sengaja mengkulak ikan dari waduk pacal karena, lebih murah, tempatnya tidak terlalu jauh dengan desa mereka, dan ikan yang dipanen masih segar.

Potensi ekonomi yang terdapat di waduk pacal beraneka ragam mulai dari perikanan air tawar, perahu-perahu yang disewakan, kuliner-kuliner hasil tangkapan air tawar yang di olah menjadi aneka makanan yang berselera “ndeso”. Dari potensi tersebut banyak dampak yang memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat sekitar waduk pacal. (Fauzi, A. 2004) Dengan adanya ketersediaan potensi yang memberikan perekonomian bagi kehidupan masyarakat setempat waduk pacal ini telah menyebabkan cara pemikiran masyarakat desa yang enggan bermigrasi. Kebanyakan masyarakat memiliki cara pandang lebih baik hidup menetap di desa setempat karena menurut mereka selama masih ada pekerjaan di desanya sendiri, maka mereka memanfaatkan waduk pacal sebagai media mata pencaharian di desa Kedungsumber, kecamatan Temayang, kabupaten Bojonegoro.

Nelayan merupakan mata pencaharian yang mendominasi profesi masyarakat sekitar waduk pacal. Karena perikanan air tawar di waduk pacal sangat menjanjikan dan mereka mendapatkan keuntungan yang banyak dari hasil penangkapan ikan tersebut. Selain itu dampak yang baik juga dirasakan oleh seorang pemilik warung di waduk pacal. Selama ini, ekonomi pemilik warung sangat terbantu dengan letak warungnya yang berdekatan dengan tempat wisata waduk pacal. Menurutnya pengunjung lebh tertarik untuk membeli aneka menu makanan yang berada di sekitar waduk. Dan menyantap ikan waduk sebagai menu makan siang pengunjung. Selain itu, profesi sebagai pedagang juga ada di waduk pacal.

Dampak lain juga dirasakan oleh penjaga perahu waduk pacal. Dimana pembuat perahu adalah warga sekitar waduk sendiri. Jadi, mereka mempunyai tambahan lebih dengan adanya penyewaan perahu tersebtu. Pwngunjung yang d tarif 20.000  per perahu ini sangat diminati pengnjung. Pendapatanya pun beragam. Untuk hari biasa biasanya mendapatkaan uang senilai 200.000 per hari. kalau untuk hari minggu melonjak menjadi 500.000. Ada juga yang berprofesi sebagai petani biasa. Mereka menanami lahan kosong yang terdapat di dekat waduk pacal untuk ditanami tumbuh-tumbuhan. Walaupun perekonomian masyarakat di sekitar waduk pacal terbilang pas-pasan, tapi mereka tetap saling menjaga agar waduk pacal masih memiliki alam yang indah.

Kesimpulan
Waduk pacal merupakan salah satu tempat wisata yang terdapat di kabupaten Bojonegoro yang mempunyai potensi ekonomi dalam bidang perikanan air tawar. Banyak hasil tangkapan yang dihasilkan waduk pacal. Ikan-ikan tersebut antara lain ikan Nila, Gloso, Lele, Patin, dan udang. Dari macam-macam jenis ikan tersebut memiliki perbedaan dalam segi ekonomi. Dimana, ikan nila memiliki harga yang paling mahal dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya.
Nelayan merupakan mata pencaharian yang mendominasi profesi masyarakat sekitar waduk pacal. Karena perikanan air tawar di waduk pacal sangat menjanjikan dan mereka mendapatkan keuntungan yang banyak dari hasil penangkapan ikan tersebut. Selain itu dampak yang baik juga dirasakan oleh seorang pemilik warung di waduk pacal.




Mahasiswa Jurusan Sejarah 
Universitas Negeri Malang






© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .