RAAPid World Bank, Bupati Paparkan Potensi dan Prioritas Program

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 23, 2016    

Reporter: Nella Rachman
Suarabojonegoro.com -RAAPid World Bank dinilai dapat menjadi harapan perbaikan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, hal itu dikatakan oleh Suyoto, Bupati Bojonegoro. “Mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan, mutu pendidikan hingga pelayanan publik, termasuk masalah perizinan” kata Suyoto.

Dihadapan perwakilan dari World Bank,Eduardo dan sejumlah undangan lain termasuk SDGs Indonesia, Suyoto juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Perbup No 15 Tahun 2015 tentang insentif dan kemudahan penanaman modal sebagai komitmennya untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Bojonegoro.

Sementara itu, Eduardo mengungkapkan  bahwa hingga saat ini tantangan dalam penyediaan layanan publik di Indonesia masih cukup besar, diantaranya 55 juta penduduk indonesia tidak memiliki akses listrik, 90 juta penduduk tidak memiliki akses air bersih, 13 juta anak anak masih kurang gizi. Dan secara khusus disebutkan Angka Kematian Ibu di Indonesia merupakan yang tertinggi diantara negara berpendapatan menengah di asia .

RAAPid sendiri merupakan diagnostik implementasi kebijakan , program, dan prosedur adminstratif terkait dengan Gap pembangunan diwilayah tertentu. Nantinya dalam rencana aksinya akan diisi tindakan dengan urutan tertentu untuk melaksanakan reformasi dan dengan memperhitungkan konteks ekonomi politik dari pemerintahan daerah tersebut.

Diakhir sambutannya Edgardo menyampaikan pelajaran yang bisa dipetik dari RAAPid di Bojonegoro adalah perbaikan layanan publik adalah masalah kompleks yang membutuhkan keterlibatan multi sektor dan pemerintah berbagai tingkat, mencakup peran pemerintah daerah sebagai penyedia layanan dan juga memberi stimulan bagi permintaan layanan.

Potensi yang dimiliki Bojonegoro sendiri meliputi beberapa sektor antara lain 44 persen wilayah hutan, sumber daya air 717.877.000 m3 . Lahan produktif mencapai 78.000 dengan tingkat produktivitas 1,5 juta ton padi dengan populasi ternak sapi 169.639 ekor. Potensi lain dari Bojonegoro adalah merupakan penghasil migas nasional yang mencapai 650 juta barrel dan gas 6 TCF yang merupakan 20 persen dari cadangan nasional.

Solusi yang diupayakan Pemkab dalam mengatasi semua problem ditengah masyarakat adalah melalui 6 pilar pembangunan berkelanjutan dan enam elemen transformasi yakni visi, strategi, pengaturan, manajemen operasional, budaya dan spiritual niat.

Hal itu diimplementasikan melalui program-program yang telah digulirkan, diantaranya GDSC, gerakan ayo sekolah, sagasih . Apresiasi anak yakni melalui DAK pendidikan untuk siswa SMA sederajat yakni 500.000 ditahun 2015 dan 2 juta rupiah per siswa ditahun 2016. Hal ini dalam upaya menekan angka drop out dan meningkatkan mutu belajar mengajar.

Dalam ketersediaan pelayanan publik , Pemkab Bojonegoro harus memastikan bahwa semua mata rantai dalam produksi layanan publik berjalan baik dan kualitasnya baik pula. Pendekatan seperti RAAPid dapat membantu me-review apakah mata rantai layanan berjalan baik dan bangunan program sejalan dengan praktek terbaik berbasis data dan bukti. (humas)


© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .