Samin Adalah Budaya Luhur Di Bojonegoro Yang Harus Dilestarikan

Suara Bojonegoro     Selasa, Maret 08, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Masyarakat Samin, di dalamnya yang terdapat budaya luhur tentang budi bekerti dan juga ajaran ajaran kehidupan harus bisa dijadikan dari bagian budaya masyarakat di Bojonegoro guna meningkatkan kerukunan serta faham tekad dan usaha dalam peran kehidupan bermasyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Akmal Budianto, usai berkunjung di Kampung Samin dan bertemu dengan tokoh Samin Hardjo Kardi, di Dusun Jipang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo , Bojonegoro, Selasa (7/3/16) pagi.

Disampaikan juga oleh Akmal Budianto pria yang juga Menjabat sebagai Kepala Badan Diklat Provinsi Jawa Timur bahwa nilai nilai luhur yang terkandung dari ajaran ini, cocok untuk kondisi masyarakat saat ini, yaitu mengembalikan budaya gotong royong saling menghormati sesama dan meningkatkan persatuan dimasyarakat.

"Masyarakat Samin itu, dikenal apa adanya, jujur, dan berpandangan perdamaian, Kondisi sekarang ini, sangat cocok jika diterapkan bagi Masyarakat secara umum dan generasi muda khusunya," Terang Akmal Budianto.

Menurutnya, juga diketahui bahwa Hardjo Kardi, adalah tokoh Samin keturunan keempat pendiri paham Samin, Samin Surosentiko alias Raden Kohar. Paham yang awalnya didirikan untuk menentang Belanda itu kemudian menyebar di Bojonegoro, Blora, dan Pati.

"Ini adalah bagian budaya bangsa yang harus dipahami, agar ke depanya dapat menjadi tauladan masyarakat, khusunya kaum muda," Tambah pria lulusan Doktor di Brawijaya.

Akmal Budiyanto yang biasa di Panggil AB ini berharap pihak pihak terkait dapat selalu berupaya menjaga, melestarikan serta mengambil makna positif dari prilaku dan kegiatan suku samin yang juga pernah menjadi kelompok perlawanan dengan cara tersendiri terhadap penjajahan Belanda. (Ang*)



Foto:http://dewey.petra.ac.id/catalog/ft_detail.php?knokat=3941

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .