Sidang Pembunuhan Alfian, Saksi Beri Keterangan Di Persidangan Saat Penangkapan Terdakwa

Suara Bojonegoro     Kamis, Maret 31, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Sidang lanjutan kasus pembunuhan korban Alfian yang mayatnya ditemukan di kawasan hutan Dander beberapa bulan lalu dengan agenda Pemeriksaan saksi dari polisi yang melakukan olah TKP dan penangkapan tersangka Widuk Suwito Saputro alias bayu di Pengadilan Negeri Bojonegoro, Rabu (30/3/16).

Dari keterangan satu saksi  Pratama anggota kepolisian Polres Bojonegoro yang melakukan olah TKP mengaku melihat mayat dalam posisi miring dan tinggal bagian kaki yang utuh.

Polisi melakukan Olah TKP setelah mendapat laporan dari Maryono (45) yang pertama kali menemukan mayat." Setelah mendapatkan informasi tersebut saya langsung datang dan melakukan olah TKP,"kata Pratama anggota Polri.

Dalam persidangan ini juga dihadirkan Sumadi (35) dan Bayu Viky (30) yang keduanya juga dari anggota polri yang melakukan pengejaran dan penangkapan tersangka Widuk.

Berawal dari informasi dari keluarga korban dan orang tua saksi polisi melakukan pelacakan dan terus mencari tersangka dirumah keluarga yang ternyata terdakwa berada di Surabaya.

Berangkat dari keterangan tersebut Sumadi dan Bayu Vicky langsung melakukan pengejaran, yang kabarnya terdakwa berada di Sidoarjo tepatnya dirumah kakaknya. "Disana terdakwa selama 4 hari, setelah kami sampai disana ternyata terdakwa sudah meninggalkan rumah kakaknya tersebut dan tinggal di Pasuruan," kata Sumadi.

Dihadapan persidangan yang dipimpin oleh hakim ketua Khamim Tohari, serta   hakim anggota Suwarta, Suyoto, dan Agung, kedua saksi melakukan penangkapan di Pasuruhan. Terdakwa Widuk sempat ingin melarikan sehingga ditembak kakinya.

Dalam penyidikan tersebut terdakwa juga memberikan keterangan perihal dikemanakan motor yang dimiliki korban Alfian. Ternyata motor beat tersebut sudah dijual ke makelar seharga Rp3 juta melalui perantara.

Motor tersebut di amankan polisi di Blora Jawa Tengah, dan uangnya akan digunakan untuk mencari pekerjaan di Surabaya. Dalam persidangan ini juga dihadiri oleh keluarga korban yang terus menerus menangis, apalagi sang ibu korban setiap waktu mengusap air matanya dengan kerudung yang dipakainya. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .