SINKRONISASI PERENCANAAN PROGRAM TAHUN 2017 DALAM MUSRENBANG

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 30, 2016    

Reporter : --

suarabojonegoro.com - Apa makna tahun 2017 dan bagaimana menjadikannya sebagai tahun produktif berdaya saing. Berdasar pada skenario enam pilar, implementasi SDGs dan enam elemen tranformasi Bojonegoro. Inilah hal hal perlu mendapatkan perhatian serius.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bojonegoro Suyoto dalam sinkronisasi perencanaan/program tahun 2017 melalui forum Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bojonegoro tahun 2016. kemarin (29/) di ruang angling dharma kantor pemerintah kabupaten Bojonegoro.
Dihadapan Wakil Bupati, FORKOPIMDA, Ketua DPRD, Kepala BAPPEDA PROV, Kepala BAKORWIL,Kepala SKPD dan peserta musyawrah KAng Yoto menyampaikan arahan dalam MUSRENBANG, diantaranya adalah:

·         Industri migas sudah mencapai puncak, namun uangnya tidak sebanyak yang kita bayangkan. Maka harus cermat menggunakannya.

·         Sektor pertanian, peternakan dan perkebunan tetap menjadi andalan utama kehidupan rakyat Bojonegoro. Optimalisasi produkti dan NTP harus menjadi perhatian utama. Komoditas baru yang lebih menguntungkan harus diimplemtasikan, seperti sorgum. Tanaman jambu sudah berbuah,industrsudah boleh disiapkan.

·           Sektor jasa, industri dan wisata, sebagai andalan baru harus kita percepat dan perkuatan pondasinya: produk, sumberdaya manusia dan infrastruktur.  Era baru ekonomi Bojonegoro sudah dimulai, industri padat modal, teknologi, padat karya sudah terjadi. Harus terus kita akselerasikan semua potensi yang menjadi daya saing Bojonegoro. Dan tanah yang kosong atau tidak produktif akan dikenai PBB 2-3 kali lipat.

·         Kebutuhan perumahan dan industri meningkat namun kualitas lingkungan hidup harus kita wujudkan. Ruang terbuka hijau harus cukup. Kerusakan lingkungan harus diperbaiki, semua penyebab kerusakan harus dicegah. Maka RDTR yang disusun dengan partisipatif yang kelak menjadi dasar kemudahan perijinan harus tuntas. Seluruh kecamatan harus mempunyai RDTR.

·          Modal manusia dan modal sosial. Target lama belajar 12 tahun harus sukses, ketrampilan anak anak Bojonegoro harus naik kelas. Wong jonegoro sehat, cerdas, produktif dan bahagia harus terwujud semakin nyata. Suasana gotong royong, toleransi sosial, saling percaya dan solidaritas yang menjadi kunci terwujudnya ketertiban, keamanan dan keadila harus kita perkuat.      

·         Seluruh aparatur dari pemkab hingga pemdes harus menjadi kekuatan utama dari kerja berokrasi yang proaktif, kerja tepat, cepat dan bermanfaat. Sehingga kehadirannya menjadi solusi bagi semua masalah pembangunan berkelanjutan. Perbaikan sistem kerja, penggunaan IT dan pengendalian dan pengawasan agar terus disempurnakan.

·         Investasi di sektor keuangan dan pembentukan dana abadi akan tetap menjadi tonggak penting bagi keberlanjutan stabilitas fiskal bojonegoro dalam jangka panjang. Maka jangan mudah tergoda untuk belok jalur dari skenario jalan mendaki.

·         Pilkada 2018 tinggal satu tahun  suhu politik akan naik. Dalam memantapkan terwujudnya kepemimpinan transformatif dan kematangan demokrasi di Bojonegoro maka pendidikan politik yang bertumpu pada gagasan dan program pro pembangunan berkelanjutan jangan dianggap tabu. Bagaimana mendorong seluruh kekuatan politik dan elemen masyarakat madani turut berpartisipasi secara bertanggungjawab dan produktif.

Kepala Bappeda Kab. Bojonegoro, I Nyoman Sudana mengatakan program kegiatan yang dilakukan pemerintah harus Melibatkan seluruh stakeholder yang ada didaerah. Terciptanya tujuan antara lintas vertical dan lintas horizontal yaitu terjadi keselarasan denganmusrenbang Kecamatan.  


Bupati menambahkan namun harustetap memperhatikan berbagai aspirasi yang bersifat lokal, kewilayahan dan sektoral maka musrenbang ini tidak boleh kehilangan sensifitas dan sense of priority terhadap issu issu mendasar tersebut. Inilah yang diharapkan akan menjadi panduan dalammusyawarah. (Humas Pemkab Bojonegoro)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .