Terdakwa Pembunuhan Di Hutan Dander Akui Keterangan Saksi

Suara Bojonegoro     Rabu, Maret 16, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Pengadilan Negeri Bojonegoro kembali menggelar Sidang lanjutan kasus pembunuhan dengan terdakwa Widuk Suwito Saputro alias Bayu (20), dengan agenda pemeriksaan terhadap saksi-saksi yakni Nyumaryono (40) dan Biwi Lestari (39), mereka berdua adalah orang tua korba Alvian Bagus Prakoso (15), yang pada Desember lalu ditemukan tewas di wilayah hutan RPH Dander.

Dalam keterangan yang di beberkan saksi kali ini di benarkan oleh terdakwa dipersidangan dengan menundukkan kepala dihadapan majlis hakim, Rabu (16/4/16).

Meski masih menggunakan tongkat akibat peluru yang masih bersarang di kakinya, Bayu tetap harus mendengarkan keterangan saksi, dan dia berharap peluru dikakinya segera diangkat. "Saya berharap peluru dikakinsaya diambil, rasanya nyeri dan sakit," Kata Bayu.

Dalam persidangan Kedua saksi yang juga orang tua korban, memberikan keterangan kronologis alvian menghilang darinrumah, dan dihadapan Majlis Hakim Ibu almarhum mengatakan sebelum anaknya itu keluar rumah, pada 8 Desember malam itu dia membuka sms yang masuk di HP milik alvian dan di dalam SMS itu berbunyi "Jo besok jam delampan maen kerumahku ya penting". Pesan singkat itu dikirim oleh Bayu.

Dalam keteranganya, sambil meneteskan air mata, Ibu Almarhum juga menyampaikan bahwa Sekitar jam 10 malam, dirinya membaca sms yang masuk di hp Alfian pada saat dia sudah tertidur.

"Dan keesokan harinya tanggal 9 itu, Alvian berpamitan dengan saya jika dia ingin main kerumah Bayu yang terletak di dander itu," terangnya.

Pada sejak itu juga sekitar pukul 12 siang ibu korban menelfon Alvian sudah tidak aktif, dari situ fikiran ibuk itu mulai tidak enak. Mencoba menelfon korban itupun diulangi lagi sekitar pukul 15:00 Wib namun masih tak aktif juga, hingga akhirnya sekitar jam 18:00 wib orang tua korban ini berangkat untuk kerumah Bayu yang tepatnya di sebelah lapangan dander.

"Dengan perasaan yang cemas, saya dan bapaknya pergi mencari rumah Bayu yang sebelumnya sudah dikatakan oleh alvian jika rumah tersangka itu di sekitar lapangan Dander. Namun sesampainya dirumah Bayu saya tidak bertemu sama orang tua Bayu rumahnya tertutup, saya dan suami menunggu hingga pukul 21:00 Wib tak kunjung dibuka juga pintunya, dan kami memutuskan pulang dan kembali besok paginya," kata ibu korban.

Paginya sekitar jam 06:00 wib, kedua orang tuanya korban kembali kerumah Bayu, untuk mencari tahu apakah Alvian kemarin benar bermain disana. Ternyata orang tua terdakwa tidak mengetahui hal itu, disitu juga Biwi Lestari menanyakan dimana keberadaan Bayu.

"Kami terus mencari Alfian dan melaporkan ke polsek Temayang," Tambah Ibu Korban.

Sampai akhirnya pada tanggal 17 Desember tahun lalu, Biwi Lestari mendapatkan kabar dari kapolsek Temayang jika ada penemuan mayat, di wilayah petak RPH 31 Dander degan ciri-ciri persis sperti Alvian yang beberapa hari tidak pulang itu.

Kemudian keluarga Alfian mendapatkan Informasi jika ada korban pembunuhan, dan memastikan bahwa korban tersebut adalah anaknya. Dengan melihat pakaian, sandal, celana, rambut dan ikat pinggang saya bisa memastikan itu adalah anak saya. Karena mukanya sudah rusak jadi dari situ saya sudah bisa mamastikan," terang Nyumariono bapak korban.

Selain itu Nyumariono juga mejelaskan kepada Ketua Majelis Hakim Khamim Thohari, bersama kedua anggota Suyoto dan Agung, bahwa di RS dia juga melihat barang Bukti yabg digunakan untuk membunuh yaitu satu palu dan sebilah pisau. "Baju yang dikenakan Alvian juga penuh bekas darah dan robek bekas sayatan sebanyak belasan," terangnya.

Disidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Tejo, membacakan beberapa pasal yang menjerat terdakwa. Atas tindakan yang dilakukannya, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo pasal 338 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dan pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Serta pasal 80 ayat 3 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .