Warga Kanor: "Sudah 4 Hari Kami Tak Berani Lewat Jalan Poros"

Suara Bojonegoro     Selasa, Maret 01, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Meskipun debit air sungai Begawan Solo telah dinyatakan dalam kondisi normal, namun sejumlah daerah di Bojonegoro masih terendam banjir, salah satunya di Kecamatan Kanor; tepatnya di Desa Kedungprimpen. Air merendam kawasan tersebut sejak empat hari terakhir, yang berakibat terganggunya aktifitas warga.

Tingginya air yang merendam jalur poros desa sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan Desa Kedungprimpen dengan Desa Temu tersebut, membuat pengguna roda dua tak berani melintasinya. Menurut warga Desa Temu, air yang menggenang dijalan itu terperangkap dan sulit keluar, menyusul kondisi area persawahan juga masih dipenuhi air yang sebelumnya terdampak luapan sungai Begawan Solo.

"Warga arus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh, yaitu melalui Desa Simorejo dan Desa Kedungarum bila ingin menuju Kecamatan Kanor atau Ke wilayah Kecamatan Baureno," kata Nurhadi, warga setempat (Selasa, 01/03/16).

Selain itu, terdapat sejumlah kawasan lain yang masih terendam banjir, untuk  jalan poros diantaranya adalah di Desa Kedungarum, Kedungprimpen dan Pucangarum. "Kami berharap segera ada penanganan dari pemerintah agar genangan air banjir ini tidak berlarut larut," kata Nurhadi. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .