AKSI ON THE SPOT MHTI BOJONEGORO

Suara Bojonegoro     Senin, April 11, 2016    

Oleh : Anna Mujahidah Mumtazah

suarabojonegoro.com - Indonesia negeri yang kaya. Sumber daya alam yang Allah berikan sangat luar biasa. Namun sungguh nikmat ini tak dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia. Kemiskinan,  kesehatan yang mahal dan pendidikan yang mengharuskan merogoh kantong dalam-dalam. Kapitalisme berhasil merampas hak rakyat. Kekayaan alam tak lagi dinikmati kaum pribumi namun asing yang berokol di negeri.

Tepatnya hari Ahad, 10 April 2016 kemarin, MHTI (Muslimah Hizbut Tahrir Indoneaia) DPD II Bojonegoro melakukan aksi On The Spot dengan tema Islam Rahmatan lil 'alamin di Jalan Diponegoro Bojonegoro. Acara ini diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa, para civitas akademik, ibu-ibu dan lainnya. Dalam aksinya hadir 5 orator.

Dimulai pendahuluan. Orator pertama menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan mengatur seluruh aspek kehidupan umat manusia. Kita pun diperintahkan oleh Allah SWT agar memeluk Islam secara kâffah, tidak setengah-setengah. Setiap manusia adalah pemimpin yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.

Begitu pula seorang ibu yang memiliki tanggung jawab mengatur urusan rumah tangga, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.
Orator kedua membacakan surat Anbiya’ yang artinya “Kami tidak mengutus kamu [Muhammad], kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. Ayat ini, menurut Al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, rahimahu-Llâh menjelaskan bahwa tujuan Rasulullah saw diutus adalah agar risalahnya menjadi rahmat bagi manusia.

Rasul saw menjadi “rahmat bagi manusia” bermakna bahwa risalahnya diturunkan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi mereka.
Orator ketiga menambahkan bahwa kasus yang menimpa negeri ini tak lain karena tidak diterapkannya Islam secara kaffah.

Dan MHTI berjuang untuk mengembalikan kehidupan Islam. Perlu diketahui bahwa perjuangan MHTI bukanlah mengancam keberadaan negeri Indonesia namun dengan diterapkannya syariah Islam maka Islam Rahmatan lil ‘alamin akan didapatkan. Sehingga menuju Indonesia semakin baik.

Karena saat syariah Islam diterapkan akan terpelihara negara, jiwa tanpa pandang agama, akal, agama, kehormatan, harta dan keamaan. Jadi syariah khilafah bukanlah ancaman.
Sebagai wanita memiliki peran strategis untuk perjuangan Islam.

Mengutip sebuah kisah ibunda Khansa dimana keempat anaknya peroleh syahid. Bukan kegalaulan yang dirasakan oleh ibunda. Namun rasa syukur. Seraya mengatakan segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap kepada Allah agar mengumpulkanku bersama mereka dalam naungan rahmatNya”. Ujar orator ketiga. Allahu A’lam. (AMM/JW)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .