Baru Telat Angsuran 2 Bulan, Mobil PK Diambil Paksa Debt Collector

Suara Bojonegoro     Jumat, April 08, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Seorang Konsumen di Bojonegoro kembali mendapatkan perlakuan tidak adil dan merasa di rugikan oleh pihak oknum Debt Collector, karena mobil kreditan miliknya yang baru telat 2 bulan ditarik paksa oleh oknum Debt Collector dengan merusak kunci pintu dan kunci mobil, serta membawa Mobil dengan paksa.

Korban penarikan mobil paksa ini adalah Ayuning Magfiroh, warga Desa Wedi Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur, selah dirinya didatangi dirumahnya oleh 6 orang yang mengaku sebagai Debt collector tempat perusahaan finance korban melakukan kredit mobil.

Tepat pukul 10.00 WIB, tanggal 2 April, ke 6 oknum Debt Collector tak dikenal ini mendatangi rumahnya dan mengaku dari perusahaan finance PT A** dari Gresik, Seperti yang disampaikan kepada LPK (Lembaga Perlindungan Konsumen) Rajekwesi Bojonegoro.

Dia juga menceritakan bahwa mobilnya merk Avanza tahun 2014 Nopol S 1545 AQ model minibus diambil paksa dengan cara di bandrek atau dipalsukan kuncinya sehingga bisa dinyalakan dan kemudian langsung dibawa.

Ketua LPK Rajekwesi Bojonegoro, Sunaryo Abumain menceritakan bahwa konsumern atas nama wahyuning ini mendatangi kantornya dan menceritakan kejadian tersebut, Sunaryo Abumain menilai tindakan oknum debt collector ini adalah cara preman, "karenal PK belum wan prestasi sehingga masih ada kesempatan untuk membayar keterlambatan angsuran, bukan diambil paksa," Kata Mbah Naryo (panggilan Akrab Sunaryo Abumain. Red), Jum'at (8/4/16).

Dijelaskan juga bahwa PK atas nama Ayuning Magfiroh ini memang melkukan kredit mobil di Perusahaan finance PT. A** finance dengan kontrak 47 x angsuran, dengan uang muka  sejumlah Rp 65.000.000,- , dan sudah terbayar 19 x angsuran, adapun PK ini mengalami keterlambatan 2x angsuran.

"Saya menilai karena para oknum debt collector ini hanya ingin dapat BT( Biaya Tarik) dan diduga hasil dari penarikan mobil ini si penarik mendapatkan upah Rp10 juta s/d 15 juta tiap unit mobil yg di tarik dari konsumen yang telat angsuran," Terang Mbah Naryo menjelaskan pada wartawan. (Ang*)

Foto ilustras: Halokepri

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .