Bupati Sampaikan Empat Pontensi Konflik Pertambangan Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Kamis, April 28, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Bupati Bojonegoro Suyoto menyampaikan empat poin potensi konflik dari pertambangan yang ada di Kabupaten Bojonegoro kepada Kemenko Polhukam (Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan) saat rapat koordinasi pendataan permasalahan pertambangan migas di Rumah Dinas Bupati Bojonego. Kamis 28/04/2016

"Ada beberapa kemungkinan yang mengakibatkan konflik," kata Bupati di hadapan Brigjen Pol Drs Yanto Tarah selaku asisten deputi koordinasi penanganan kejahatan konvensional dan kejahatan terhadap kekayaan negara Kemenko Polhukam.

Menurut Bupati, ada empat poin yang harus diwaspadai karena kemungkinan bisa mengakibatkan konflik yaitu mulai dari belum adanya kepastian mendapatnya suplai minyak mentah kepada kilang minyak mini PT TWU dari pemerinta karena menyangkut banyak sekali mata rantai kepada masyarakat Bojonegoro, kedua persoalan proyek gas Jambaran Tiung biru yang harus segera dilakukan percepatan pembangunan fasilitas produksi agar isu PHK dari pekerja Blok Cepu bisa segera bekerja diproyek tersebut, ketiga terkait pembebasan tanah kas desa (TKD) Gayam yang digunakan untuk Lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang saat ini belum juga tuntas agar segera diselesaikan.

"Terakhir terkait pertambangan sumur minyak tua yang harus segera memberi status sumur mana saja yang legal dan mana yang ilegal. Dengan itu dibuat regulasi agar aparat hukum bisa segera bertindak," tambah pria yang sering disapa Kang Yoto.

Bupati juga meminta agar ada semangat menyelesaikan masalah didaerah yaitu dengan pemerintah pusat, pemerintahan provinsi yang harus datang kepada daerah yang mempunyai konflik bukan sebaliknya daerah datang kepada pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .