Dewan Minta Alat Pengukur Di Mulut Sumur, Agar Lifting Jelas

Suara Bojonegoro     Senin, April 04, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mengevaluasi beberapa hal terkait proyek Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, hal tersebut diungkapkan sekertaris komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri usai melakukan kunjungan lapangan dilokasi proyek tersebut. Senin 04/04/2016

"Kunjungan lapangan awalnya kita ingin melihat lebih jauh puncak produksi Blok Cepu dan turun langsung di lapangan," katanya.

Menurutnya, beberapa evaluasi adalah terkait alat pengukur (meteran) volume minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang berada di FSO (Floating Storage and Offloading) Gagak Rimang seharusnya ditempatkan di mulut sumur bukan di tempat penampungan minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip Blok Cepu.

"Hal tersebut agar pengawasan lebih mudah berapa volume minyak mentah yang sudah di produksi," tambahnya.

Sementara itu, juru bicara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Rexy Mawardijaya mengatakan jika ada kebocoran minyak mentah dari dalam pipa maka akan terdeteksi secara otomatis dari pusat terkendali pipa. Hal tersebut merupakan alasan mengapa alat pengukur tidak dipasang di mulut sumur melainkan di FSO Gagak Rimang. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .