Disinilah Nanti Anak-Anak Bisa Belajar Perminyakan Dan Berwisata

Suara Bojonegoro     Senin, April 18, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Filed Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto menjelaskan, bahwa kebedaraan Little Teksas Wonocolo tersebut merupakan satu-satunya destinasi wisata terkait dengan sumur minyak di Indonesia. Sehingga nanti ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi bagi para pelajar jika ingin mengetahui proses pengambilan minyak secara tradisional juga.

"Desa wisata Wonocolo ini telah disiapkan sebagai destinasi wisata bersama dengan Pemkab Bojonegoro. Ini bisa menjadi wisata edukasi, yang mana para adik-adik yang sedang belajar tentang perminyakan jangan hanya taunya penambangan minyak modern yang pakai pompa-pompa bawah tanah," sambungnya.

Selain mengenalkan sumur tua dan proses penambangan secara tradisional, pihak Pertamina EP dan juga Pemkab Bojonegoro serta warga masyarakat akan menyediakan berbagai wahana yang menarik untuk dikunjungi. Seperti halnya track untuk jeep, trail dan juga wahana atraksi menarik lainnya.

"Kita memiliki beberapa sport yang bisa dikunjungi, salah satunya adalah di rumah Singgah ini. Ini adalah aset dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang akan kita isi dengan film pengantar pengetahuan menambang minyak, foto-foto sejarah di Wonocolo, dan terus nanti akan saya lengkapi dengan maket," imbuh Agus, setelah kegiatan olahraga bersama itu.

Sementara itu, dalam kegiatan olahraga dan bersih-bersih lingkungan bersama ratusan warga masyarakat dan pelajar di kawasan tambang Pertamina Asset 4 itu dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto. Rencananya keberadaan Desa Wisata Wonocolo itu akan diresmikan bersamaan dengan kunjungan Presiden di Kabupaten Bojonegoro akhir bulan ini.

Mengapa Pertamina EP turut mendukung Wonocolo dikembangkan sebagai sebuah Icon Wisata?
Sumur minyak tradisional di wilayah Wonocolo  sudah lebih dari 100 tahun menjadi gantungan hidup ribuan masyarakat. Di pihak lain, sumur-sumur minyak yang dieksploitasi sejak zaman Belanda itu, punya keterbatasan produksi dan karena itu juga punya keterbatasan untuk terus menerus menjadi gantungan hidup.

Usaha penambahan sumur-sumur baru secara ilegal  untuk meningkatkan produksi dari sekitar 320 sumur menjadi 720 sumur, kami lihat sebagai bentuk eksploitasi alam berlebihan. Ini bukan hanya merusak lingkungan, mengancam kesehatan dan keselamatan penambang, tetapi juga akan mempercepat habisnya sumber daya minyak yang selama ini menjadi gantungan hidup masyarakat.

Karena itu, Pertamina EP mendukung Bupati Bojonegoro, Suyoto dan Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi bahwa perlu ada langkah konkret yang menjadi solusi bagi terjaganya kelestarian lingkungan tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat di wilayah sumur tua.

Kami melihat, mengembangkan kawasan sumur tua di wilayah Wonocolo sebagai obyek wisata  sebagai penopang  program Petroleum Geopark Bojonegoro merupakan pilihan yang paling tepat untuk bisa melepaskan masyarakat dari ketergantungan hidup dari kegiatan penambangan minyak secara tradisional.

Geo Haritage Wonocolo
Ada banyak alasan yang membuat kawasan sumur minyak tua di Wonocolo layak dikembangkan sebagai obyek wisaya dan menjadi penopang program Petroleum Geopark Bojonegoro yang dicanangkan Kabupaten Bojonegoro.

Pertama, wilayah Wonocolo memiliki kondisi alam yang menarik. Lebih menarik lagi karena juga dipadukan  kegiatan  penambangan minyak tradisional yang eksotik. Keberdaan sumur-sumur tradisional dengan tiang penjanggah kayu yang dipadukan dengan ketrampilan penambang menggerakkan slink dan mengarahkan timba minyak ke lubang sumur adalah pemandangan yang langka.

Kedua, wilayah Wonocolo merupakan sumur  minyak yang telah dieksploitasi sejak zaman Belanda dan hingga sekarang masih memproduksi  minyak dengan model tradisional. Tak pelak lokasi bernilai sejarah yang patut dilestarikan.

Ketiga, di wilayah Wonocolo  kegiatan eksploitasi migas justru terjadi di puncak-puncak bukit yang ada di ketinggian, seperti misalnya pada sumur KW 87.   Wilayah Wonocolo, satu-satunya wilayah di Indonesia, Bahkan Asian dan Dunia, yang  menjadi bukti keberadaan jembakan minyak  di anti-klin, dan masih memproduksi minyak hingga kini.

Keempat, di sekitar wilayah Wonocolo  juga diketemukan fosil binatang purba dan manusia purba yang menjadi bukti juga keberadaan sungai purba yang mengalir dari pantai utara Jawa ke Pantai Selatan Jawa.

Tak ayal, wilayah Wonocolo bukan hanya menyimpan kandungan minyak dengan formasi bantuan yang sudah berusia lebih dari 2 juta tahun, tetapi juga menyimpan peradaban Indonesia masa lalu. Dalam konteks itulah, kami melihat wilayah ini layak kita kembangkan sebagai Geo Heritage Wonocolo sebagai bagian dari pengembangan Petroleum Geoprak Bojonegoro.

Pertamina EP Sudah Melakukan Apa?

Untuk mengembangkan wilayah sumur tua Wonocolo sebagai obyek wisata muskil berhasil tanpa dukungan masyarakat lokal, termasuk para penambang yang selama ini hanya menggantungkan hidup dari kegiatan eksploitasi sumur minyak secara tradisional.

Karena itu langkah  pertama yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi agar masyarakat mau menerima dan mendukung program pengembangan desa wisata. Sosialisasi ini bahkan dilengkapi dengan studi banding ke Jogjakarta untuk melihat bagaimana masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi dan Gua Pindul serta Gunung Purba bisa hidup dari kegiatan wisata.

Lewat studi banding ini warga bukan hanya diajak bagaimana menjadi  lebih ramah dalam melayani wisatawan, tetapi juga melihat dan belajar tentang pentingnya bergotong- royong membangun kekuatan secara bersama-sama untuk kepengingan bersama.

Kedua, mulai melakukan pemetaan lokasi yang akan digunakan, akses jalan, dan fasilitas pendukung lainnya seperti pusat informasi/museum.

Selain  itu juga menyiapkan trek untuk para pecinta offroad. Lintasan yang disiapkan berada di tengah-tengah pengeboran minyak tradisional yang masih mengguakan tripot dari kayu untuk menarik minyak dari perut bumi itu. Wisatawan yang berkunjung bisa menyewa mobil offroad dari warga setempat.

Ketiga, membangun kebanggaan masyarakat Wonocolo bahwa daerah mereka kini bukan saja dikenal sebagai lokasi penambangan tradisional, tetapi juga mulai dikenal sebagai daerah yang disiapkan secara khusus menjadi Desa Wisata.

Membangun kawasan sumur minyak tua Wonocolo menjadi Little Teksas (Tekadnya Selalu Aman & Sejahtera)  yang punya daya tarik sebagai obyek wisata tentu tidak mudah, tetapi semangat warga yang mulai terbangun untuk mendukung program Pemkab Bojonegoro menjadi sumber energi bagi kami untuk meyakini keberhasilan program ini‎.

Sebelumnya pada sabtu (26/4/16) kemarin Ratusan warga dan juga pelajar yang berasal dari Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro ikut dalam kegiatan senam dan bersih-bersih kawasan sekitar sumur tua yang akan dijadikan sebagai desa wisata, Sabtu (16/4/2016).

Kegiatan Olahraga bersama dan bersih-bersih sampah tersebut sengaja dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Field Cepu Asset 4 itu adalah sebagai persiapan peluncuran Petroleum Harritage The Little Teksas (Tekatnya Selalu Aman dan Sejahtera) Wonocolo. Sedikitnya 600 peserta ikut dalam olahraga bersama dengan melakukan Senam dan jalan sehat itu.

Olahraga bersama ratusan warga masyarakat dan pelajar itu berlangsung di kawasan sumur tua titik D 138 yang ada di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Persiapan desa wisata minyak tersebut telah dipersiapkan beberapa kebutuhan sebagai penunjangnya.

"Hari ini memang kita melibatkan warga masyarakat dan juga para pelajar untuk olahraga bersama dan bersih-bersih lingkungan. Harapannya paling tidak masyarakat kenal dan tau dulu terkait dengan titik-titik yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata," Agus Amperianto. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .