Gelaran Wayang Kulit Pintu Pembuka Wonocolo Menuju Desa Wisata Petroleum Geo Heritage

Suara Bojonegoro     Selasa, April 26, 2016    

Reporter : --

suarabojonegoro.com - Segala persiapan pagelaran wayang kulit dilakukan warga Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro secara gotong royong. Sejak pagi warga mulai mempersiapkan panggung, sedang ibu-ibu memasak untuk hidangan tamu. Pagelaran wayang kulit itu rencananya akan digelar Senin (25/4/2016) malam.

Pagelaran wayang kulit tersebut merupakan bentuk sosialisasi dan semangat warga setempat untuk menjadikan Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro menjadi desa wisata. Sesuai dengan program pemerintah daerah setempat,  diharapkan setiap desa memiliki potensi wisata masing-masing, sehingga perekonomian rakyat bisa terangkat.

Desa Wonocolo merupakan daerah perbukitan Bojonegoro sisir barat yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban dan Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jateng. Selain potensi alamnya yang berada di perbukitan, Desa Wonocolo merupakan kawasan pengeboran minyak yang dilakukan secara tradisional.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Wonocolo, Hadi Suyitno (38), mengungkapkan, pagelaran wayang kulit dengan lakon: Mbangun Taman Maerakatja, itu merupakan bentuk apresiasi masyarakat menyambut gembira wisata Wonocolo yang dicanangkan pemerintah daerah maupun pihak pemilik wilayah pengeboran sumur tua, PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

"Dari pemilik wilayah kerja pertambangan (WKP), PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu sangat mendukung  adanya desa wisata Wonocolo ini," katanya, Senin (25/4/2016).

Field Manager Pertamina Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, mengungkapkan, pagelaran wayang kulit ini merupakan bentuk sosialisasi untuk membantu Pemkab Bojonegoro mewujudkan Wonocolo sebagai Desa Wisata Petroleum Geo Heritage.

Wonocolo sebagai desa wisata diharapkan bisa menjadi solusi terjaganya kelestarian lingkungan tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat di wilayah sumur tua.

"Jadi, Pertamina EP  Asset-4 Cepu Field ini ingin berperan maksimal, agar masyarakat mendukung langkah-langkah baik ini, sehingga kami mengambil langkah konkret sosialisasi yang bisa diterima semua kalangan," ujarnya secara terpisah.

PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu mengusulkan lakon pagelaran wayang kulit tersebut 'Mbangun Taman Maerakatja'. Itu adalah pilihan tema paling tepat, untuk menceritakan dinamika membangun sebuah hal yang positif dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana masyarakat akan memiliki hal dan pengalaman baru, tanpa mengorbankan kehidupan dan kesejahteraannya saat ini.

"Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melihat pengembangan Geo Haritage Wonocolo akan menjadi hal luar biasa, karena wilayah ini memiliki kondisi alam yang menarik, yang dipadukan  kegiatan  penambangan minyak tradisional yang eksotik," ungkapnya.

Keberadaan sumur-sumur tradisional tersebut dengan tiang menyanggah kayu atau tripod yang dipadukan dengan keterampilan penambang menggerakkan slink dan mengarahkan timba minyak ke lubang sumur adalah pemandangan yang langka, yang tak ditemui di lokasi lainnya. Para penambang menarik timba dengan mesin truk bekas yang sudah dimodifikasi.

"Kami menyadari bahwa mengembangkan wilayah sumur tua Wonocolo sebagai obyek wisata mustahil bisa berhasil tanpa dukungan masyarakat lokal, termasuk para penambang yang selama ini menggantungkan hidup dari kegiatan eksploitasi sumur minyak secara tradisional," tambahnya.

Karena itu, lanjut Agus, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi agar masyarakat mau menerima dan mendukung program pengembangan desa wisata. Dari kegiatan wisata yang terpadu dengan pemandangan panambangan minyak tradisional ini, warga bukan hanya diajak bagaimana menjadi lebih ramah dalam melayani wisatawan, tapi juga melihat dan belajar tentang pentingnya bergotong-royong membangun kekuatan secara bersama-sama untuk kepentingan bersama.

Membangun kawasan sumur minyak tua Wonocolo menjadi Teksas (Tekadnya Selalu Aman & Sejahtera) WONOCOLO sebagai salah satu potensi asset daerah yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro, dan memiliki daya tarik sebagai obyek wisata tentu tidak mudah. Tetapi, tambah dia, semangat warga yang mulai terbangun untuk mendukung program Pemkab Bojonegoro menjadi sumber energi bagi manajemen PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.


"Masyarakat Wonocolo semuanya cerdas menyikapi penyesuaian ini. Dengan segenap niat baik, Insya Allah keinginan dan harapan mulia itu  terwujud," kata Agus bernada harap. (Lis/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .