Happening Art "Sedulur Sambong Sambang Selo Semar"

Suara Bojonegoro     Kamis, April 28, 2016    

Oleh : Didik Wahyudi

suarabojonegoro.com - Warga Sambongrejo Kec. Gondang percaya dengan sikap hidup menjaga kelestarian alam akan memberikan manfaat mereka sendiri, begitu sebaliknya jika merusak akan membawa bencana bagi mereka. Sikap melestarikan alam adalah sikap untuk menjaga titipan anak cucu mendatang, jika tak dijaga maka anak cucu akan terkena imbas bencana dari perilaku orang tua atau anak muda sekarang.

Sikap melestarikan alam inilah diwujudkan dengan menganggap alam sebagai saudara (dulur), yang memberikan manfaat bagi kehidupan umat manusia. Sebagaimana saudara maka alam diperlakukan layaknya saudara. Dan salah satu potensi alam di desa Sambongrejo adalah batu andesit yang bertebaran di berbagai tempat. Salah satu batu yang dikenal warga Sambongrejo adalah batu semar, yang masih satu rentetan dengan Watu Gandul.

Batu Semar saat itu keberadaannya masih masuk wilayah desa Sambongrejo dan dari cerita rakyat merupakan bagian "fisik" tokoh mistik Semar. Sementara bagian fisik Semar lainnya adalah Watu Gandul, jadi Batu Semar serta Watu Gandul secara imajinasi adalah satu bagian tubuh yang sama. Karena masih satu imaji tubuh yang sama, ia tidak dapat dipisah-lokasikan ke tempat lain. Jika dipisah-lokasikan maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan, entah dalam bentuk apa.

Untuk menyembuhkan ketidakseimbangan tersebut maka dibutuhkan tradisi penyelarasan alam yang akan dilakukan warga Sambongrejo. Karena alam seperti saudara maka perlu dikunjungi, disambangi dan dieratkan silaturrahmi agar luka batin sembuh, maka warga menyebutnya "Sedulur Sambong Sambang Selo Semar"

Nanti pada tanggal 30 april 2016 jam 16.00 WIB, sebelum pentas ludruk di halaman disparbud jam 19.00 WIB, warga akan menggelar tradisi sambang dulur dengan lokasi batu semar di alun-alun Bojonegoro. Batu Semar yang dulu begitu akrab dengan warga desa Sambongrejo kini berpindah tempat, maka ada rindu yang akan disampaikan kepada dulur....

Rencana happening art :
Sekitar 150 warga akan bawa bekal makanan (bontot) yang akan diangkut dengan jodang dengan jalan kaki dari halaman DPRD Bojonegoro menuju Batu Semar. Rombongan dipimpin sesepuh desa Sambongrejo diiringi dengan bunyi gong. Sesampai di batu semar warga berjalan mengelilingi batu semar dan duduk disekitarnya. Beberapa warga membersihkan batu semar dengan lap dan air kendi serta beberapa warga berdialog menyampaikan kerinduan ke batu semar. Sementara warga lainnya melantunkan lagu ilir-ilir di tengah prosesi bersih-bersih watu semar. Lalu tokoh spiritual menyampaikan hajat (nandukne) dan berdoa bersama diakhiri makan bersama dengan masyarakat yang ada di sekitar lokasi.

Usai happening art warga menuju halaman Disbudpar persiapan pentas ludruk Projo Budoyo pada jam 19.00 WIB. (Red/Red)

Penulis Adalah Anggota Kelompok Kerja Budaya Bojonegoro

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .