Petrochina Langgar Permen ESDM, Pemkab Lapor Kemenko Polhukam

Suara Bojonegoro     Jumat, April 29, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampiakan kepada Kemenko Polhukam (Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan) untuk membahas secara internal di pusat terkait kegiatan flaring yang dilakukan oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dilapangan Sukowati, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jumat 29/04/2016

"Karena sesuai peraturan Menteri ESDM yang baru, kegiatan flaring atau pembakaran sudah dilarang," kata Kepala Dinas ESDM Bojonegoro, Agus Supriyanto.

Menurutnya, sesuai peraturan tidak diperbolehkan kegiatan flaring namun dianjurkan dengan kegiatan injeksion seperti yang dilakukan oleh ExxonMobil Cepu Limited di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu namun kendalanya kegiatan injeksion memerlukan biaya yang sangat besar.

"Kalau biaya mahal daerah juga menanggung beban dari PI yang disertakan," katanya.

Agus juga mengusulkan bahwa bagaimana jika daerah sendiri yang mengelola sendiri gas yang dihasilkan oleh kegiatan eksplorasi dan produksi atau pengolahan minyak dan gas bumi yang dibakar karena tidak ditangani oleh fasilitas produksi pengolahan yang tersedia sehingga belum termanfaatkan tersebut.

Sementara itu,  Brigjen Pol Drs Yanto Tarah selaku asisten deputi koordinasi penanganan kejahatan konvensional dan kejahatan terhadap kekayaan negara Kemenko Polhukam mengatakan akan membahas hal tersebut ditingkap pusat tentunya dengan melibatkan Kementrian ESDM karena hal tersebut secara teknis ada di ESDM. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .