PMII Harus Jadi Kontrol Pemerintah, Mahasiswa Jangan Berfikir Pramagtis

Suara Bojonegoro     Senin, April 18, 2016    

Reporter : Amir Fatah

suarabojobegoro.com - PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) hadir di masyarakat dan kalangan mahasiswa, untuk memperjuangan rakyat yang tertindas, yang selama ini terjadi ketimpangan sosial yang amat mencolok, baik baik yang dilakukan oleh oknum oknum atau lembaga Pemerintahan.

Hal itu seperti disampaikan oleh Ketua Mabincab PC PMII Bojonegoro, Ahmad Sunjani juga dalam acara Tahtimul Quran dan Refleksi  Pergerakan dilaksanakan bertepatan dengan lahirnya PMII, yaitu tanggal 17 April 1960, yang bertempat di Kantor cabang PMII Bojonegoro, Jalan Pondok Pinang no 2 A Bojonegoro, Minggu malam (17/4/16).

"Untuk itu PMII harus mengontrol berjalanya pemerintahan selama ini dari luar maupun dari dalam, turun jalan tidak masalah karena PMII sejak didirikan adalah petarung jalanan, namun juga harus dinamis sesuai masa dan zamanya" ujar Ahmad Sunjani yang juga Wakil ketua DPRD Bojonegoro.

Dalam sederetan agenda Harlah PMII ke -56 ini yaitu Acara refkeksi bertujuan untuk menyelerasikan gerakan mahasiswa PMII yang berada di kampus-kampus di Kabupaten Bojonegoro dalam menancapkan proses kaderisasi yang berideologi dan beramal soleh sesuai nilai dan ajaran ahlus sunah waljama'ah kepada para kader-kader PMII.

Acara refleksi pergerkan dihadiri oleh 100 kader PMII Se Kabupaten Bojonegoro, serta dihadiri oleh Ketua Mabincab PC PMII Bojonegoro Ahmad Sunjani Zaid, Ketua Ikatan Alumni PMII Bojonegoro A Nasihudin dan Mustofirin Komisioner KPU Bojonegoro.


Ketua umum PC.PMII  Bojonegoro Ahmad Syahid mengatakan Acara refleksi pergerakan dilaksanakan hari bertepatan dengan hari lahir PMII 17 april 1960, tak lain refleksi dilakukan untuk menancapkan ideologi PMII dan meneruskan cita-cita para pendiri PMII terdahulu dalam memperjuangkan cita cita kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kebanyakan para mahasiswa cenderung berfikir pragmatis, ingin cepat - cepat lulus dan ingin segera kerja, serta tidak ada yang memikirkan permasalahan sosial selama ini," Jelas Syahid.

Menurut Syahid, untuk itu kader PMII hadir dimana ada permasalahan pemerintahan yang selalu merugikan rakyat. PMII akan melakukan gerakan jalanan, karena PMII bukan hanya kader yang terdidik dalam intelektual, namun juga pengontrol kebijakan yang memiliki taring tajam.

"Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri moto PMII yaitu Dzikir Fikir dan Amal Soleh," pungkas Syahid. (Mir/Lis)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .