Pria Ini Diringkus Polisi, Setelah Cabuli Balita Dengan Jari

Suara Bojonegoro     Jumat, April 15, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

srabojonegoro.com - Seorang pria M (30) warga Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, harus diringkus Polisi, karena telah melakukan perbuatan bejatnya, yaitu pencabulan terhadap anak Gadis yang masih balita, Pelaku kini harus mendekam di balik Jeruji besi Polsek Gayam guna menjalani proses hukum selanjutnya.

Dari data yang dihimpus suarabojonegoro.com perbuatan bejat pelaku ini terbongkar setelah ibu korban melapor ke Polsek Gayam, setelah pengakuan anaknya yang mengaggetkan, bahwa pelaku telah melakkan pencabulan terhadap Korban yang masih berusia 4 tahun ini dengan jarinya.

AKP Sudirman, Kapolsek Gayam menerangkan bahwa, sebelumnya si korban ini merasa kesakitan saat buang air kecil, dan diketahui setelah ditanya oleh ibunya bahwa pelaku telah memasukan jarinya ke tempat terlarang milik si Bocah ini.

"Kemudian Ibu korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke kami, dan kemudian kami lakukan proses penyidikan lebih lanjut," tutur AKP Sudirman, Kamis (14/4/16).

Dijelaskan juga kejadian ini bermula dari Korban yang sedang bermain didekat lokasi Biliard di Gayam, dan kemudian Korban diiming imingi uang sejumlah Rp2 ribu oleh pelaku untuk mendekat, kemudian setelah mendekat pelaku langsung melakukan tindakan asusila terhadap korban.

"Pelaku sudah kami periksa dan sudah kami tahan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," Tambah Mantan Kasat Lantas Polres Bojonegoro ini.

Sementara itu kondisi korban sendiri masih trauma dengan kejadian tersebut, dan merasa sakit ketika buang air kecil, orang tua korban berharap pelaku mendapat hukuman yang pantas, agar tidak terjadi lagi pada anak anak yang lain menjadi korban kebejatan pelaku ini.

Akibat perbuatanya korban dijerat pasal 81 ayat 2 serta pasal 82 Undang Undang RI Nomor 35 tahun  2014 dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. (Ang*)

Foto Ilustrasi : suarabarbel.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .