Sarbumusi Bojonegoro Akan Bawa Masalah UMK & Kesehatan Buruh Di Konggres V

Suara Bojonegoro     Senin, April 25, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Rencana hadirnya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konferdasi Sarbumusi (Sarikat Buruh Muslimin Indonesia) dalam acara Konggres Sarbumusi ke V di Bandung pada tanggal 1 mei mendatang, akan membawa persoalan UMK (Upah Minimum Kabupaten) yang masih dianggap belum layak.

Menurut Ghofar Nafik, Wakil Sekretaris DPC Konfederasi Sarbumusi Bojonegoro, bahwa untuk menentukkan UMK itu harus melalui KHL (Kebutuhan Hidup Layak) masyarakat Bojonegoto, dan UMK Bojonegoro masih dianggap jauh dari KHL yaitu sekitar Rp.1.442.000.

"Kami akan sampaikan dalam konggres terkait UMK di Bojonegoro, karena masih tergolong kecil," Kata Ghofar Nafik, Senin (25/4/16).

Banyak buruh yang juga masih mendapatkan gaji dibawah UMK, dan ini juga harus ada sikap dari pemerintah, seperti pekerja buruh di toko toko dan supermarket yang justru mendapatkan gaji kecil.

Banyak pelaku usaha yang juga melakukan pelanggaran dalam mempekerjakan pekerja melebihi batas waktu, "Seharusnya waktu buruh harusnya 8 jam kerja," tambah Ghofar.

Semua hasil temuan di Bojonegoro terkait buruh ini akan disampaikan dalam konggres Sarbumusi ke V di Bandung nanti, sehingga pemerintah akan lebih tahu kebenaran terkait buruh dan yang dialami buruh di Bojonegoro.

Sementara soal kesehatan Buruh, masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan para karyawan dan pekerja ke perusahaan jaminan kesehatan, dan pemerintah dalam hal ini juga diharapkan ada ketegasan. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .