Sopir BBM Ilegal Akui Suruhan Oknum TNI AL

Suara Bojonegoro     Senin, April 04, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Muryadi, Sopir Truk dengan Nomor Polisi N-8158-DK yang mengangkut BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Solar yang berasal dari Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, dan akan dikirim ke Malang, oleh penyidik Reskrim Polres Bojonegoro, diakui bahwa dirinya disuruh oleh salah satu Oknum TNI AL yang tinggal dinas di Surabaya.

Kepala kepolisian Resort Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser, menyatakan bahwa si sopir ini hanya mendapatkan ongkos angkut sebesar Rp300.000, dari ER, seorang oknum TNI AL  yang dinas di Surabaya, dan beralamat di Desa Sonosari, Kecamatan Pakis Saji, Malang.

Sopir truk ini juga mengaku jika dirinya belum mendapatkan bayaran dari mengangkut minyak yang diduga berasal dari Sumur Tua di kecamatan Kedewan, karena sudah tertangkap oleh Petugas Satreskrim beserta Sub Denpom saat akan melakukan pengiriman.

"Kita masih mengembangkan kasus ini dan penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi," Kata AKBP Hendri Fiuser, Senin (4/4/16).

Kapolres Juga mengatakan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pom AL di Surabaya terkait dugaan keterlibatan salah seorang oknum anggota TNI AL dan juga Seorang lagi oknum TNI AL yang saat penangkapan ikut mengawal pengiriman BBM jenis Solar menuju Malang.

Sebelumnya diberitakan bahwa penghadangan terhadap truk pengangkut BBM jenis Solar tanpa ijin ini dilakukan oleh Satreskrim Polres Bojonegoro bersama tim dari Sub Denpom TNI pagi tadi , Senin (5/4/16), terhadap sebuah truk warna kuning, dengan Nomor Polisi N-8158-DK melintas dijalan Bojonegoro-Babat, Tepatnya dijalan Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.

Tim Gabungan ini kemudian melakukan pemeriksaan dan dan diketahui bahwa BBM jenis Solar tanpa dilengkapi dokumen resmi. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .