Tentang Kebocoran UN, Kepsek Klarifikasi Kepada Bupati

Suara Bojonegoro     Jumat, April 08, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Rapat evaluasi kinerja mingguan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bojonegoro dan camat se Kabupaten Bojonegoro dirumah dinas Bupati Bojonegoro pagi tadi diikuti juga kepala sekolah beserta waka kesiswaan SMK Gama Kedungadem Bojonegoro. Hal tersebut dikarenakan pada minggu ini sekolah tersebut dikabarkan telah memberikan bocoran jawaban kepada siswa saat pelaksanaan ujian nasional. Jumat (08/04/2016).

Kepsek SMK Gama Kedungadem Suharno mengatakan dalam paparannya didepan Bupati Bojonegoro mengatakan jika sudah melaksanakan prosedur pelaksanaan ujian nasional sehingga soal yang baru datang dipagi hari menjelang ujian tidak terjadi peluang kebocoran.

"Pendistribusian soal selalu dikawal pihak kepolisian mulai dari Surabaya ke Polres, Polres ke Polsek dan Polsek kepada sub rayon dan sampai ke lembaga sekolah," katanya mengklarifikasi.

Namun, pihaknya juga menambahkan jika sebelum dan sesudah pelaksanaan ujian nasional memang waka kesiswaan mengkondisikan kepada siswa peserta ujian untuk menyiapkan beberapa hal seperti absen, menyiapkan mental anak oleh waka kesiswaan, mengarahkan mengisi lembar jawaban sesuai aturan dan memeriksa kelengkapan siswa.

"Saya komitmen menjunjung intregitas kejujuran sesuai instruksi Bupati," tambahnya.
[8/4 13:05] Nella Sb: Antisipasi Penculik Anak, Bojonegoro Bakal Punya Bus Sekolah

Suarabojonegoro.com - Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro saat ini sudah melakukan pengajuan bus sekolah dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI. Jumat 08/04/2016

"Pihak Kementrian minggu depan akan datang ke Bojonegoro terkait itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Iskandar.

Dirinya mengatakan hal tersebut dilakukan untuk keamaanan siswa sekolah khusunya diwilayah Kecamaan Temayang yang jarang ada fasilitas angkutan umum yang akan digunakan oleh siswa sekolah.

"Kami akan koordinasi dengan Camat untuk jalur diwilayah sana (Temayang)," tambahnya.

Sementara itu, Camat Temayang Muhlisin mengatakan jika diwilayahnya banyak sekali anak sekolah yang berangkat dan pulang sekolah memilih numpang dikendaraan orang seperti truk atau mobil yang lewat karena ketersediaan angkutan umum yang tidak memadai sehingga orang tua sangat kwatir dengan keadaan tersebut.

"Apalagi beberapa waktu lalu ada kasus penculikan anak sekolah," tambahnya dalam paparan rapat evaluasi mingguan dirumah dinas Bupati Bojonegoro. (Ney)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .