Bojonegoro Termiskin Urut 9, Anggaran Harus Untuk Mengangkat Kemiskinan

Suara Bojonegoro     Kamis, Mei 12, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Masih mendapat predikat termiskin dengan Nomor urut 9 se Jawa Timur, meski sebelumnya Bojonegoro mendapat Predikat Ke 3 dan Ke 6, hal ini merupakan perubahan yang baik dalam program pengurangan angka kemiskinan di Bojonegoro.

Namun di katakan oleh Sally Atyasasmi, Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, bahwa memang ada ada penurunan angka kemiskinan, meskipun belum signifikan, dan seharusnya untuk menurunkan angka kemisikinan ini harus disertakan banyak hal program program terobosan, bukan hanya keberhasilan gebrakan program, namun tidak merubah angka kemisikinan.

"Kalau bicara kemisikinan, seharusnya konstitusi bukan hanya melakukan gebrakan, seperti Keberhasilan di Tingkat Nasional ataupun dunia, namun apakah hal itu seharusnya juga bisa menjadi bagian dari pengurangan angka kemiskinan," Kata Sally, Kamis (12/5/16).

Menurut Sally, Gebrakan program boleh dilakukan akan tetapi harus sesuai konstitusi dan jangan menyimpang dari aturan dan harus disesuaikan dengan program agar tidak ada pemborosan, dan harus disesuaikan dengan RPJMD (Rencana pembangunan jangka menenengah daerah).

"Jangan bikin program gebrakan yang menghabiskan atau pemborosan anggaran. Karena gebrakan tanpa disesuaikan RPJMD justru akan menambah angka kemiskinana," Tambah Permpuan dari Politisi Partai Gerindra ini.

Ditambahkan oleh Sally, Dari pada membuat gebrakan pembangunan lebih baik anggaran diarahkan untuk mengangkat angka kemiskinan agar berkurang seperi pelatihan kerja, peningkatan Usaha kecil dan lain lainnya. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .