Datangi Balai Desa Pemuda Lebaksari Tuntut Ketransparanan Dana Desa

Suara Bojonegoro     Sabtu, Mei 07, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Sejumlah tokoh Pemuda Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro mendatangi Kantor Balai Desa setempat, untuk menanyakan dan meminta penjelasan penggunaan Dana Desa, karena dianggap ada sejumlah kejanggalan terkait dana hasil lelang tanah kas desa yang diduga akal-akalan.


Salah satu tokoh pemuda setempat, Rahmat, sebenarnya tujuan awal pihaknya hanya meminta klarifikasi atas ketidak jelasan LPJ tahun 2014 yang 'awut-awutan'. Namun, pihak perangkat desa malah menuding hal itu bagian dari 'ngrusuhi' desa.

Mereka menanyakan kejelasan soal bagaimana dana hasil lelang tanah desa, tapi perangkat Desa menanggapi dengan berbelit-belit dan menuduh Dengan kata kata yang kurang sedap.

"Kami menduga ada kejanggalan terkait keuangan Desa dan didug kongkalikong dan akal-akalan soal dana lelang tersebut," Katanya, Sabtu (7/5/16).

"Kami menduga pihak desa telah melakukan pembodohan terhadap warga dengan berbuat tidak transparan tentang melanisme proses lelang. Bahkan saat warga ingin mengetahui bukti tertulis terkait APBDes, para perangkat bersikukuh tak memberikannya," Sambung Rozak yang juga tokoh pemuda Setempat.

Dia menganggap harusnya salinan APBDes diedarkan ke masyarakat agar diketahui, sesuai perintah perundang-undangan dan bukan malah disembunyikan seperti itu.

"Dari hasil lelang saja itu ratusan juta loh " ungkapnya penuh tanya di tengah- tengah audiensi.

Sementara itu, pihak perangkat desa bersikukuh bahwa APBDes merupakan rahasia pemdes, meski sebelumnya telah dibeberkan oleh pendamping anggaran desa jika APBDes itu harusnya dipampang di papan informasi desa atau dibagikan ke warga.

Bahkan, saat ditanya soal mekanisme pelelangan tanah kas desa dan bengkok, baik perangkat maupun BPD pun terkesan tak memahami aturan main sesuai aturan yang berlaku, yakni melibatkan elemen desa termasuk karang taruna dan tokoh desa secara terbuka.

"Kalau soal itu, yang penting kan sudah sesuai dengan kesepakatan bahwa tanah bengkok kita kontrak dengan cara pembayarannya potong gaji," kata Jogoboyo Manan.

Kendati sempat berjalan alot, akhirnya perangkat desa menyanggupi tuntutan warga yang menghendaki tranparansi anggaran dan pembagian salinan APBDes. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .